
Kajian Tematik – Saudaraku, Inilah Rahasia Rizkimu! Khalid Basalamah (2014)
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ. ﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْبا ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ. Tentu yang pertama-tama ikhwah akhwat sekalian, kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Segala nikmatnya. Dan juga seperti yang Saya sudah bacakan tadi, khutbah hajah. Di mana nabi ﷺ tidak pernah memulai khutbah Jum'at atau Ied atau pun dalam acara apa saja – – kecuali beliau selalu memulai dengan khutbah Hajah mengingatkan tiga ayat berhubungan dengan wajibnya – – tunduk dan bertakwa hanya kepada Allah, dan juga mengingatkan kaum muslimin agar berpegang teguh pada Al-Qur'an – – dan sunnah dalam masalah ibadah mereka, serta menjauhi perbuatan bid'ah. Hari ini InsyaAllah berhubungan dengan masalah akidah mukmin. Masih berhubungan dengan masalah akidah. Kita membahas sebuah judul yang InsyaAllah semua kita membutuhkannya. Tentu semua ilmu dibutuhkan. Tapi khusus untuk judul ini, memang setiap harinya kita selalu – – membutuhkan dan memang kebutuhannya sangat besar, yaitu masalah rezeki. Banyak sekali orang tidak memahami tentang masalah apa itu rezeki. Sehingga, mereka terkurung di sebuah poin saja. Mereka menganggap rezeki itu hanya masalah materi atau duit saja. Dan ini pemahaman yang sangat fatal. Sehingga mereka akhirnya tidak pernah mensyukuri rezeki-rezeki yang cukup banyak.
Kalau definisi rezeki sendiri adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk. Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk dalam menjalani kehidupan mereka di dunia – – baik itu golongan jin, manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Itu rezeki. Sekali lagi, segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk dalam menjalani kehidupan mereka di dunia – – baik itu dari golongan jin, manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Ini rezeki. Rezeki itu kata para ulama seperti ibarat sebuah pohon yang pohon itu ada buahnya berjatuhan – – ada yang bergelantungan. Kalau rezeki yang berjatuhan, itu yang sering kita temukan tanpa ada upaya pun. Seperti misalnya udara yang dihirup. Air hujan yang sekarang sedang turun misalnya. Maka dia menimpa tumbuh-tumbuhan tanah yang kering, lalu tumbuh. Kita enggak ada upaya di situ. Mungkin air yang tersedia, semua yang dipakai untuk minum misalnya atau mandi.
Maka semua ini tidak ada upaya-upaya khusus untuk mengambilnya menggunakan anggota tubuh kita. Mata, dibuka tiba-tiba sudah bisa melihat. Tangan bisa digunakan untuk memegang. Kaki bisa digunakan untuk melangkah. Kemaluan bisa digunakan pada tempatnya yang telah Allah halalkan. Akal pikiran digunakan untuk berpikir. Semuanya adalah rezeki. Adalah rezeki. Nah itu fasilitas kebutuhan kita. Di mana Allah ﷻ siapkan. Masuk dalam kategori rezeki yang bergelatakan seperti buah yang sudah jatuh dari pohonnya tinggal dipungut saja. Rezeki yang tidak bisa didapat oleh seorang makhluk atau hamba kecuali dengan cara dia naik ke pohonnya. Dia naik ke pohonnya. Nah ini di antaranya seperti rezeki kalau dari kalangan – – manusia misalnya mereka harus berusaha.
Mungkin buka usaha, mungkin mereka buka butik. Rumah makan, apa saja usaha-usaha yang telah memang Allah berikan ide untuk mereka. Karena ide-ide pun itu dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Untuk dari makanan manusia nanti bisa dijual untuk manusia kembali. Bahkan dari kotoran tubuh kita sendiri bisa menjadi – – penghasilan rezeki. Dokter THT tidak akan dapat duit kalau bukan karena kotoran hidung. Kotoran tenggorokan. Kotoran kuping. Semua itu bisa menjadi rezeki. Orang tidak akan bisa menjual sabun dan sampo – – kalau badan manusia tidak kotor. Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى jadikan semua yang di tubuh kita – – ini bermanfaat untuk menjadi rezeki sendiri. Jadi dikelola. Sisa-sisa makanan yang kita buang ke tanah – – dimakan oleh tanah, yang kita bisa bahasakan ditimbun. Lalu kemudian menjadi sari makanan lagi buat tumbuh-tumbuhan. Lalu tumbuh-tumbuhan itu mengeluarkan lagi kembali buah-buahannya.
Lalu kemudian bermanfaat lagi buat manusia. Itu semua adalah rezeki-rezeki yang banyak orang tidak sadari masalah itu. Orang yang tidak menyadari, sehingga memang mereka sangat nanti sangat terbatas. Sisi rezekinya untuk mempertahankan atau menambahnya, karena mereka tidak mensyukuri kecuali yang mereka anggap rezeki – – di pandangan mereka. Padahal sudah salah dari definisinya saja sudah keliru. Mereka selalu berpikir rezeki itu kalau sudah – – ada duit, kemudian duit itu akan diberi makanan. Makanan ini bukan rezekinya, tapi duit yang didapatkan, kadang-kadang – – mereka anggap. Padahal sebenarnya mereka bisa melangkah menggerakkan tangan menggerakkan kaki, membuka mata – – mendengar dengan kupingnya, sebuah rezeki yang juga harus disyukuri sehingga bisa bertambah atau minimal bertahan. Rezeki-rezeki ini Saya katakan tadi ada yang diupayakan. Hewan-hewan mungkin ada di antara hewan yang rezekinya – – datang seperti manusia umumnya, yang memang dia tidak cari. Ada enggak? Ada yang memang dia harus berburu, sehingga dia bisa dapat. Begitu keadaannya. Tumbuh-tumbuhan sama halnya, makin besar akarnya, akar itu akan makin banyak mencari sari makanan di dalam tanah. Maka itu akan lebih banyak, maka pohonnya lebih besar dibandingkan dengan yang akarnya sedikit – – misalnya atau kecil.
Semua seperti itu kurang lebih ini contoh-contoh saja tentang masalah definisi rezeki itu sendiri. Jadi sangat keliru kalau ada orang menganggap rezeki hanya berkisar di masalah materi tertentu saja. Padahal semua yang dia gunakan fasilitas yang dia butuhkan di bumi ini, selama dia hidup di dunia – – maka itu adalah rezeki dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Sekarang pemberi rezeki, dari definisi ini, semua fasilitas tadi yang merupakan menutupi kebutuhan seorang hamba – – hanya Allah azza wa jalla yang memberikan. Tidak ada yang lain. Jadi kalau kita lihat air yang hujan turun dari langit – – kemudian basah semua tanah-tanah yang sudah kering, tumbuh-tumbuhan jadi tumbuh, kita bisa menggunakan fasilitas mata – – tangan kita bisa gerakkan, ada lima jari, masing-masing punya kekuatan tersendiri.
Saya pernah keluar dari supermarket, kemudian Saya gunakan satu saja jari Saya untuk angkat kresek – – itu dengan lima sampai 10 kg bisa angkat. Kalau kita pikir secara akal sehat, tulang kemudian daging – – dengan kulit seperti ini bagaimana caranya bisa punya kekuatan mengangkat 10 kg? Tapi dengan kuasa Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kalau Saya gunakan dua jari jauh lebih kuat. Kalau Saya gunakan semua jari Saya – – maka luar biasa. Bahkan manusia bisa mendorong mobil dengan telapak tangannya. Itu satu hal yang luar biasa, yang kadang-kadang kita tidak pikirkan.
Ini sebuah rezeki. Adanya kekuatan itu adalah rezeki. Adanya fasilitas yang musti dipakai adalah rezeki. Dan yang menyiapkan semua itu dan menjadikan sebagai kebutuhan – – bagi kita. Jadi yang menyiapkan fasilitas sebagai kebutuhan dan menjadikan itu sebuah fasilitas – – itu juga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Enggak ada yang lain. Allah lah yang membuat mata kita, lalu Allah membuat fungsinya melihat. Allah yang menciptakan kuping kita sebagai rezeki buat kita dan Allah yang menciptakan juga dia berfungsi untuk melihat (mendengar). Kalau cuman diciptakan saja bentuknya begini lalu tidak ada fungsinya, maka tidak akan bermanfaat. Tangan diciptakan oleh Allah dengan bentuk begini kemudian diberi kekuatan padanya. Sehingga dia bisa mengangkat sesuatu. Kaki bisa melangkah dan seterusnya. Jadi ini semua adalah bentuk rezeki. dan tidak ada yang memberikan rezeki tersebut menyiapkan semua fasilitas – – dan untuk seluruh makhluk kecuali Allah Azza Wa Jalla. Jadi sangat sempit kalau ada orang mengatakan rezeki itu hanya – – materi tertentu apalagi kalau dia mencari rezeki itu kepada selain yang menciptakan dia, dan rezeki yang dia butuhkan – – serta seluruh makhluk ini.
Seperti banyak orang masih pergi ke kuburan, pergi minta-minta kepada makhluk. Yang sama dengan dia. Akhirnya makhluk itu memberikan syarat-syarat yang juga syarat itu sama berputar di makhluk lagi. Tidak ada manfaat yang sama sekali mereka dapatkan. Baik kita dengarkan dari mana dalilnya? Bahwasanya memang yang Razak, pemberi rezeki itu dan mengatur semua ini dan yang menjadikan rezeki itu bisa ada – – fungsinya masing-masing hanyalah Allah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Allah jelaskan dalam surat Az-Zariyat ini urutan 51 – – dalam Al-Qur'an ayat 56 – 58. Jadi tiga ayat ini Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى saling bersambung satu sama yang lain terutama ayat 58-nya – - menjelaskan bahwasanya hanya Allah Azza Wa Jalla yang menyiapkan fasilitas tadi itu menciptakannya menjadikannya – – sebagai rezeki. Jadi berfungsi semuanya. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦ "Saya tidak menciptakan,," Kata Allah "Jin dan manusia kecuali untuk menyembah." Mengikuti – peraturan-Ku. Yang halal mereka nikmatin. Yang diperintahkan mereka jalankan. Yang haram mereka tinggalkan. (cari ayat) Kata Allah "Saya enggak butuh timbal balik rezeki dari mereka.
Engga butuh. Bukan berarti kita dikasih makan lalu – – kita kasih makan juga Allah. Allah enggak butuh itu. Allah enggak butuh menyiapkan kita sawah sehingga kita bisa bercocok tanam, bisa menanam padi – – kemudian hasilnya kita kasih ke Allah. Enggak. Allah enggak butuhin itu. Allah enggak butuh respon kembali rezeki yang sudah dikasih. Sama halnya dengan benda atau fisik yang sama. Allah enggak butuh dan Allah tidak butuh juga diberikan makan – – apa yang sudah kita makan.
Kalau kita bercocok tanam, Allah enggak butuh kita kasih tanah itu sebagian untuk Allah. Sebagai penciptanya. Allah enggak butuh juga hasilnya dari padi tadi. Allah enggak butuh pada saat kita masak makanan padi tersebut – – lalu kita kasih ke Allah. Allah enggak butuh semua. Allah mengatakan – ما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون "Saya tidak butuh rezeki dari mereka. Tidak butuh timbal balik untuk fasilitas tadi. "Saya tidak butuh juga untuk mereka berikan hasil masakan mereka kepada Saya." Jadi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mengatakan butuh. Allah siapin tapi Allah tidak butuhkan. Dan apa kata Allah? Lihat ayat 58, tadi itu ayat 57 ya.
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ Razak ini sama yang sering Saya tekan adalah الرزاق… صيغة مبالغة.. "Sesuatu yang melampaui batas" Dalam bahasa Arab. Jadi kalau dikatakan rizik, rizkun itu berarti sesuatu fasilitas.
Kalau Raziq berarti pembeli rezeki tapi pada barang-barang tertentu. Tapi kalau dikatakan Razaq, berarti dia menyiapkan semuanya dan kontinyu. Kontinyu terus, tidak pernah berhenti. Pohon ini habis buahnya, musim lagi berbuah lagi. Hujan selesai orang kebutuhan, turun lagi hujan. Kita tidur, selesai tubuh kita tidur semua, bangun mata tetap berfungsi lagi. Tangan berfungsi, kaki berfungsi, terus berfungsi. Jadi Razaq itu kata ulama tafsir adalah.. Zat yang luar biasa sempurnanya menciptakan, memfungsikan dan mempertahankan. Terus begitu fasilitas. Jadi itu makna razaq bukan hal yang ringan, tapi hal yang luar biasa bobotnya. Maka Allah mengatakan اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ "Ditambah lagi dan dia adalah sekuat-kuat tempat untuk bersandar dan bergantung." Enggak butuh bergantung kepada selain Allah Azza Wa Jalla. Saya pernah dengarkan kasetnya Syekh Muhamamd Urifi جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرً Beliau pernah bicara kebetulan berhubungan dengan ayat ini Az-Zariyat ayat 56 – 58 Saya dengarkan dia bilang ada teman dia tanya seorang pengusaha di Mekkah, karena beliau kebetulan dosen di – – Ummul Qura tadinya.
Kalau sekarang Saya tidak tahu lagi, cuma kasetnya salah satu yang Saya pernah dengar. – – itu sangat menarik. Saya dengarkan dia bilang "Temannya naik mobil sama dia seorang pengusaha – – lalu dia bilang, "Syekh ajarin Saya satu doa yang Saya bisa amalkan supaya rezeki Saya terus bertahan." – "Dan bertambah." Kata Syekh Muhamamd Urifi "Saya hanya bisa mengingatkan kamu ayat ini." Dibacain. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ Temannya rupanya pulang diamalkan. Kata-kata الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْ "Wahai zat yang maha menciptakan rezeki, memfungsikannya dan mempertahankan." Terus menambah. الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْ "Sebaik-baik tempat untuk bersandar." Diamalkan. Kata Syekh Muhamamd Urifi – – setelah sebulan saja dia telepon Saya, dengan senyum dengan gembira, dengan tertawa dia mengatakan – – "Syekh, alhamdulillah." Dalam bahasa Arab – – (cari tulisan arab) Maksudnya Zat yang Maha Pemberi rezeki tadi itu benar-benar Saya amalkan dalam hidup Saya dan Dia telah memberikan Saya – – rezeki satu juta real dalam sebulan. Ini bukan berarti kita mematok jumlahnya tapi bagaimana dia dengan keyakinan benar, bahwasanya hanya Allah pemberi rezeki – – tidak ada selain Allah.
Jangan pernah meyakini ada yang memberikan rezeki kecuali Alla Azza Wa Jalla. Tangan kita saja tiba-tiba bangun Qadarallah struk, maka yang menciptakan tangan Allah yang ciptakan struknya Allah juga – – yang mematikan fungsinya sehingga tidak bisa berfungsi adalah Allah. Yang bisa memfungsikan kembali hanya Allah. Enggak ada yang lain. Maka keliru orang kalau menggantungkan nasib hanya dengan dokter, hanya dengan makhluk. Semua itu makhluk seperti kita. Cuma beda jenis saja. Maka jangan pernah menggantungkan apalagi ada orang – – dengan kejahilan yang luar biasa, bergantung pada batu yang dianggap keramat, kerislah, orang matilah – – bahkan ada di India orang yang menyembah sapi. Ada yang menyembah kemaluan perempuan نعوذ بالله من ذلك Kejahilan yang luar biasa. Jadi ini, dalil yang menjelaskan luar biasa bagaimana, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menutupi dengan satu ayat ini sudah cukup – – sebenarnya untuk menjelaskan tidak boleh kita gantungkan nasib kecuali kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Dalil yang kedua adalah surat Ar-Rum.
Urutan 30 dalam Al-Qur'an suratnya ayat 40 yang bunyinya – – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْۗ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّفْعَلُ مِنْ ذٰلِكُمْ مِّنْ شَيْءٍۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ࣖ ٤٠ Artinya dan tadaburnya adalah اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ "Hanya dialah Allah yang telah menciptakan kalian." Perhatikan kata-kata خَلَقَكُمْ itu artinya menciptakan. Apa itu menciptakan? Dari sesuatu yang tidak ada – – menjadi ada. Kalau manusia hanya membuat, bukan menciptakan. Allah menjadikan ayam bertelur – – kemudian telurnya itu berisi cairan yang kalau kita pecahin digoreng, jadi makanan manusia.
Dari mana sistem ini? Dan pada saat dibiarkan jadi manusia. Jadi ayam. Jadi Makhluk. Ini namanya menciptakan. Dari tidak ada air yang cair, telur yang cair, jadi anak ayam. Biji yang kita anggap mati, kemudian dilempar di tanah, tiba-tiba jadi pohon. Sperma lelaki yang kadang-kadang سُبْحَانَ ٱللَّٰ orang berhubungan biologis selalu kalau terbuang pun dianggap biasa sama dia. Padahal keajaiban yang luar biasa.
Sperma yang lebih halus dari satu sperma itu lebih halus daripada sebutir debu. Begitu juga dengan sel telurnya wanita yang keluar dari pinggulnya dia. Itu juga lebih halus daripada sebutir debu. Yang bisa ketemu kemudian menjadi manusia kayak kita. Itu menciptakan. Kita bisa ngomong, bisa teriak, bisa bicara – – bisa berpikir, dan seterusnya, itu menciptakan. Kalau manusia hanya membuat saja. Menciplak. Coba apa yang paling canggih dari manusia? Komputer misalnya, handphone sekarang dengan memorinya saja bisa menampung sekian banyak data-data. Kalau kita baca buku sejarahnya, dari mana ditemukan teknologi dan terbuatlah sebuah memori – – baik itu memori di komputer yang dibahasakan harddisk-lah atau memori hp yang ada.
Atau apa saja sekarang teknologi itu sudah menggunakan memori dari handycam dan seterusnya. Itu semua diambil dan dijiplak dari bagaimana luar biasanya otak manusia. Dan itu pun mereka harus menggunakan perangkat-perangkat berat dari besi yang manusia adalah perangkat – – nya dari urat syaraf yang selalu basah dengan darah. Bagaimana bisa menampung memori yang luar biasa? Mata manusia sebuah kamera yang canggih. Kenapa kalau ada orang mati saudaraku itu – – difoto oleh polisi sekitar tubuhnya termasuk matanya? Karena matanya akan memperlihatkan siapa yang terakhir dia lihat – – sebelum dia dibunuh, atau sebelum dia mati.
Makanya biasa penjahat sudah tahu ini mereka pakai topeng. Atau sengaja membunuh dengan tidak kelihatan. Kalau ndak ketahuan. Jadi dari matanya difoto berulang kali akan – – terpantul nanti cahaya siapa yang orang terakhir dia lihat itu. Ketahuan banyak pembunuh ketahuan gara-gara itu. Itu luar biasa dan mata manusia kamera yang tercanggih di dunia. Enggak ada kamera yang bisa mengalahkan. Ini bukan lagi sepuluh atau dua puluh mega piksel, tapi ini enggak bisa dibayangkan. Kita datang ke sebuah tempat melihat sekali saja, sudah di-copy oleh mata kita, selesai. Coba 20 tahun lagi kita datang ke tempat yang sama, kita akan ingat. Begitu luar biasanya canggih, dan ini urat syarat yang selalu basah dengan darah. Kalau sebuah memori chip mungkin masih bisa dikatakan akal manusia keras. Ini perangkat yang lunak sekali. Tapi bisa begitu. Dan para ilmuwan mengatakan otak manusia yang dengan teknologi – – sekarang yang sudah ditemukan pun itu baru digunakan sekitar 30%.
Masih belum banyak yang belum dipakai – – dari otak-otak manusia yang luar biasa. Dan urat syaraf manusia sudah cukup untuk menampung semua buku yang pernah – – ditulis di muka bumi. Luar biasa. Berapa milyar urat syaraf kita di otak yang terus berfungsi dengan sinyal-sinyal listriknya? Dan itu luar biasa. Ini enggak bisa dibayangkan ini namanya menciptakan, bukan manusia yang dikatakan menciptakan – – mobil, tidak. Membuat iya. Pesawat dari mana? yang kita merasa kita cuman karena lahir, sudah tahu ada pesawat. Tinggal terbang dari sini ke Surabaya 2 jam. Pernah enggak Anda berpikir perdetiknya bagaimana pesawat itu bisa terbang? Besi terbang di udara, kemudian bisa jalan sekian ratus kilometer dengan teknologinya.
Ternyata itu menciplak burung yang Allah ciptakan. Hewan bisa terbang sekian ribu kilometer. Dan mereka dengan mengepakkan sayap saja akhirnya manusia cuman bisa buat besi juga. Sama halnya dengan helikopter. Mereka penasaran kalau pesawat harus ada landasannya. Coba kita mau buat yang lebih canggih lagi, tanpa harus mengambil jarak yang cukup jauh untuk take-off – – seperti pesawat tapi langsung bisa terbang. Digunakan untuk peperangan. Dibuatlah helikopter. Dilihat dari mana? Dari capung. Anda kalau kembali ke historinya Saya sempat lihat cuplikannya sendiri – – itu luar biasa bagaimana mereka menciplak dari capung bisa berdiri terus tiba-tiba dari tempatnya langsung – – berdiri ke atas langsung jalan. Enggak pakai landasan lagi. Artinya enggak pakai lagi harus cepat kekuatan tertentu. Karena pesawat harus dengan kecepatan tertentu baru dia bisa take-off dan ada memang jenis burung yang begitu. Lari dulu baru kemudian dia baru terbang. Itu awalnya diciptakan dibuatnya pesawat itu. Ambil semua apa yang manusia lakukan sekarang سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ hanya menciplak saja.
Apa yang telah Allah Azza Wa Jalla ciptakan. Makanya kata-kata (cari ayat). Ini kalau mau dijabarkan bisa jadi berapa lembar buku. Dan luar biasa kita datangkan fakta-fakta penciptaan Allah Azza Wa Jalla. Kemudian Allah mengatakan – هو الذي خلقكم.. ثم رزقكم.. Berarti berhubungan. Ini berhubungan sekali dengan kata-kata ثم رزقكم.. dalam bahasa Arab artinya hubungan antara jumlah sebelumnya – – dengan jumlah setelahnya. Kemudian Dia menciptakan kalian. Kemudian ثم رزقكم.. Menyiapkan fasilitas kalian. Fasilitas semuanya. Tadi Saya kasih contoh menciptakan kuping, mata – – kemudian memfungsikannya bagaimana bisa berfungsi kuping ini sehingga mendengar, mata untuk melihat – – dan masing-masing punya fungsi. Enggak bisa diubah. Allah sudah ciptakan sistemnya. – – Enggak bisa mata dipakai makan. Harus cuman melihat. Kuping enggak bisa dipakai untuk melihat, tapi hanya bisa mendengar – – dan seterusnya. Allah yang menciptakan رزقكم..
ثم رزقكم..kemudian Allah siapkan fasilitas-Nya, kemudian rezeki itu Allah pertahankan. Allah yang mempertahankan itu. ثم يميتكم "Kemudian Allah jelaskan kelemahan manusia." Makhluk, "Kemudian Dia pasti akan mematikan kalian.
Jadi jangan sampai rezeki tadi, fasilitas yang luar biasa – – untuk membuat kalian lalai. Pasti kalian akan mati setelah itu. Sekuat apapun fisiknya. Sebesar apapun postur tubuhnya, mau manusia mau jin mau hewan, gajah yang paling besar pun mati. Mungkin pada saat dia hidup, dia menginjak hewan lain bisa hancur. Manusia sekuat sekekar apapun – – tubuhnya tetap dia akan melemah dan dia akan mati. Dan luar biasa bagaimana Allah mengatakan ثم يميتكم Berhubungan semua. Kata-kata tsuma itu terus berhubungan. Dia menciptakan kalian. Memberikan kalian fasilitas. Kemudian dia mematikan kalian. ثم يحييكم "Dan Allah pastikan kalian akan dibangkitkan pada hari Kiamat." "Menghidupkan kembali kalian." Sebagaimana sabda nabi ﷺ dalam hadis Bukhari – – "Semua jasad kalian akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekor kalian. Di mana Allah Azza Wa Jalla akan menghidupkan – – kalian dari tulang ekor. Itu seperti tumbuhnya pohon. Bagaimana tumbuh tiba-tiba jadi manusia lagi di padang mahsyar. Ini Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sudah menyampaikan dan juga melalui – – Rasul-Nya ﷺ. Kemudian Allah mengatakan setelah itu, (cari ayat). "Adakah yang kalian sembah selain Allah bisa buat seperti itu? Ada tidak yang bisa ciptakan dulu – – kemudian memberikan rezeki fasilitasnya, kemudian mematikan lalu menghidupkan lagi kembali.
Ini sebuah tantangan yang sangat besar. Mustahil bisa. Fir'aun yang mengaku sebagai Tuhan pun – – dengan kekuatan fisik yang luar biasa, kekayaan, keluasan kekuasaannya, banyaknya prajuritnya – – tapi juga tidak bisa mengatakan rambut yang tumbuh di kepalanya dia yang tumbuhkan. Dia enggak bisa bilang. Rambutnya yang sehelai dia enggak bisa mengatakan Saya yang ciptakan. Dia hanya mengatakan "Saya Tuhan. Lihat ini sungai ini mengalir di bawahku." Selesai. Hanya itu saja. Dari mana sungai itu? Dari mana lisan mu bisa mengucapkan kalimat itu wahai Fir'aun? Dari mana bisa keluar suara? Siapa yang ciptakan suaramu itu? Kamu yang buat? Lisanmu bisa berfungsi, kamu yang buat? Enggak pernah. Dia enggak bisa buat apa-apa. Begitu lemahnya manusia dan begitu jahilnya kalau dia mengaku sebagai Tuhan. Apalagi kalau menganggap – – ada Tuhan selain Allah Azza Wa Jalla. Enggak mungkin. Mustahil. Allah terus mukhatabah dengan kita. Jadi (cari ayat) ini berarti ditanya. Musti paham. هَلْ Apakah ada مِن…شُرَكَآئِكُم kata-kata di sini masuk kepada semua subtansial – – semua yang disembah. مِن…شُرَكَآئِكُم. dari apapun yang kalian sembah kecil, sekutu-sekutu Allah sampai yang besar. Kemudian مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم semua pakai .مِّن شَىْءٍۢ… "Yang bisa mengerjakan itu untuk kalian." .مِّن شَىْءٍۢ… "Dari sesuatu yang kecilnya." Telur misalnya, bisa enggak dia buatin kulitnya saja? Bisa enggak dia buat cairannya saja? Sperma.
Bisakah dia buat alat kelaminnya saja? Bisakah dia buat fungsinya bisa berjalan? Enggak bisa. Semuanya. Tidak akan mungkin sama persis dengan manusia, atau sama persis dengan apa yang Allah ciptakan. Mustahil terjadi. Pasti banyak sekali kesalahan. Lalu Allah mengatakan menutup ayat yang luar biasa سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ "Maha Suci dan Maha Tinggi Dia terhadap apa yang mereka sekutukan." Kenapa harus sembah selain Allah? Enggak mungkin. Apalagi menggantungkan nasib, apalagi meragukan ke-Maha Kuasaan-Nya Allah Azza Wa Jalla. Kemudian dalil yang ketiga surat Gafir. Urutan 40 ayat 64. Surat Gafir atau surat Mukmin. Umumnya di Al-Qur'an ditulis surat Al-Mukmin tapi dia punya dua nama; surat Gafir dan Al-Mukmin. Urutan 40 dalam Al-Qur'an, ayat 64. Bunyinya – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً وَّصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ ۗ.
ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ فَتَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ٦٤. اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا "Allah-lah satu-satunya yang telah menjadikan untuk kalian bumi terhampar." Bumi kita bisa bangunin, bisa cocok-tanam, dari mana sekarang bangunan ini bisa berdiri? Tanah dasarnya diciptakan oleh Allah lalu dibuat oleh Allah Azza Wa Jalla dari tanah itu ada pengolahan dan batu yang ada – – posisi bumi sebenarnya jadilah semen. Jadilah tanah, Ambil air disatukan susun, jadilah komposisi bangunan seperti sekarang. Pohon-pohon ditebang jadilah pintu-pintu kayu. Semua sama dari komposisi yang sama. Yang Allah sudah siapin sebelumnya. Banyak orang سُبْحَانَ ٱللَّٰ tidak berpikir masalah itu, artinya kata ulama – – menjadikan bumi ini qororoh itu bukan hanya sekedar bisa terhampar saja, tapi terhampar dan dimultifungsikan. Diambil dari dalam bumi itu beragam macam. Sudah ada komposisi batu, air, tanah seperti kita tahu – – kemudian diambil, kemudian dibuat lagi, dikelola lagi dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang mengilhamkan kepada manusia – – bagaimana cara membuat bangunan. Dari mana akal manusia menyusun batu-batu, membuat simetris, kemudian berdiri – – tingginya sekian.
Kotak begini, kamar tidur ada, semua itu bukan cuman begitu saja. Bukan manusia yang berpikir, tapi memang sudah ada yang sebenarnya tinggal tiba-tiba – – bukankah kita biasa duduk oh iya Saya harus begini (dapat ide) itu semua dari Allah Azza Wa Jalla munculnya ide-ide. Dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Jadi ini satu hal yang harus diketahui. Jadi bumi jadi terhampar, bisa tidak tertumpah airnya. Berputar bumi setiap hari – – setiap saat berputar. Kenapa air lautnya tidak tertumpah ke atas? Sementara kita terbalik? Kenapa manusia tetap bisa jalan – – enak, sementara bumi ini berputar. Bayangkan kalau sebuah tempat itu berputar dan kita hidup di dalamnya. Makan minum tidur, tapi tidak masalah. Tetap Allah kokohkan. وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً "Dan Allah jadikan untuk kalian langit." Kata-kata bina, artinya dibangun – – memang sengaja Allah bangun sebagai bangunan dan di sini Dia menggunakan, tanwin mengatakan وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً – – itu berarti menandakan membangunkan langit dan menjadikan bangunan untuk kalian. Jadi seakan-akan kita ini berada di bawah – – di dalam sebuah bangunan, walaupun ada udara, sama dengan di ruangan Ini sekarang. Ada AC, ada macam-macam, nah sama saja kita kalau lagi di luar sana.
Sedang berada di dalam sebuah bangunan yang di luar bangunan ini ada pencipta Allah Azza Wa Jalla. Kata-kata وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً itu bangunan yang luar biasa, menutupi kalian, melindungi kalian sebenarnya. Lalu Allah mengatakan وَّصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ
"Lalu Allah melukis dan membentuk kalian sebaik-baiknya." Coba bayangin kalau mata cuman satu di tengah-tengah. Kata para ulama, pasti ganjil. Mata satu. – – Allah yang membuat dua sehingga nyaman untuk dilihat? Kenapa harus ada alis di atas mata? Kenapa bukan di bawah mata? Enggak baik.
Coba antum gambar mata, ditaruh alis di bawahnya. Enggak bakal bagus. Allah mengatakan فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ Kata para ulama tafsir "Permilimeter dari tubuh kita ini semua punya luar biasa keajaiban – – ada bulu yang tumbuh di tempat tertentu, ada ketebatalan bulu tertentu, bola mata, terlihat dari kelopak mata. Bisa saja bola mata saja. Tapi coba kalau bola mata tanpa kelopak mata? Jadi jelek. Tapi dengan ada kelopak mata selain melindungi, menjadi indah kelihatan. Dihiasi lagi sedikit dengan bulu mata. Hidung dengan dua lubang. Kenapa tidak satu saja lubang? Allah Azza Wa Jalla menciptakan فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ – – itu sempurna luar biasa. Saya kasih contoh, kalau ada seorang pelukis. Di depannya ada seorang lelaki misalnya atau anggap seorang wanita, ini tentu perbuatan yang keliru – – tapi Saya kasih contoh. Kemudian dia bisa melukis seperti orang itu persis. Apa yang antum bilang? Hebat, ya. Atau dia duduk di luar sana, di luar bangunan, lalu dia melihat langit, potongan langit tertentu di sisi dia.
Ada mungkin sedikit awannya, ada matahari lagi terbit, lalu dilukis sama dia, persis seperti itu antum lihat. Kira-kira antum bilang apa? Bagus, ya? Lukisannya akan dijual sekian milyar. Harganya segitu. Padahal apa yang dia lakukan? Dia hanya menciplak. Dia hanya menciplak, hanya sekedar mengambil apa – – yang sudah ada. Apa yang dilakukan manusia? Enggak ada sesuatu yang dia lakukan. Karena sempurnanya ciptaan Allah sampai membuat mereka apa? Luar biasa kagum dengan ciptaan Allah Azza Wa Jalla. Itu bukan main-main itu. Makanya dikatakan فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ "Dan dia menyempurnakan serta membuat sebaik-baiknya. فَاَحْسَنَ itu bukan cuman sekedar Hasan tapi sudah menggunakan Alif lagi. Berarti yang lebih baik lagi. فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ "Sebaik-baik melukis atau membentuk kalian." Sampai ulama mengatakan seluruh milimeter dari tubuh ini, sampai ke ujung-ujung jari kaki itu sebuah keajaiban. Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, kita turun ke dahi. Ada ukuran tertentu dari tempat tubuh rambut. Sampai alis – – kemudian alis jaraknya antara keduanya, kemudian jarak antara alis dan mata, – Kemudian, di antara mata dengan bibir ada pipi, kemudian ada kuping, terus sampai leher bagaimana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى – – ciptakan dada, kemudian perut, kemaluan, kemudian paha, kemudian lutut, kemudian kaki.
Itu komposisi yang luar biasa. Allah menciptakan. Lalu Allah mengatakan apa?
وَرَزَقَكُمْ Ini saksi bahasan kita. Lalu Allah setelah menciptakan kalian tadi, membuat kalian sebaik-baik semua – – Allah fungsikan itu. Semua berfungsi mata, dijadikan sebagai rezeki. Fasilitas yang bisa digunakan. مِّنَ الطَّيِّبٰتِ ۗ dari semua yang baik-baik. Semua jadi difungsikan dengan baik. Telinga dengar yang baik. Tangan pegang yang baik. Kaki melangkah yang baik. Kemaluan letakkan pada tempat yang baik. Semua yang baik. Memasukkan makanan asupan cari yang baik. Allah sudah ciptakan yang baik dan yang buruk tentunya. Jadi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menciptakan semua – – tapi Allah katakan ini yang baik nikmatin, ini yang buruk tinggalkan. Nabi Adam عَلَيْهِ السَّلَامُ dikatakan nikmatin semua – – yang disurga kecuali satu ini. Jangan. Hikmah dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Enggak boleh. Jadi tidak boleh dilanggar memang. Kenapa Allah ciptakan babi? Supaya kita tahu ini babi yang haram, bentuknya begini. Kalau Allah tidak ciptakan lagi babi, nanti manusia protes lagi. Ya Allah babi Engkau haramkan tapi kami enggak pernah lihat bentuknya. Ini bentuknya jangan dimakan, ya. Selesai. Jadi supaya tahu. Maka yang Thayyiban saja. Yang baik-baik saja makan. Kok aneh manusia disuruh makan baik-baik, disuruh menikah, disuruh pergaulan yang baik-baik.
Ekonomi yang baik-baik, tidak ada yang haram, disuruh politik yang baik. Tidak mau. Kenapa kau tidak mau? Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan Thayyiban. Kalau diikuti dengan kejujuran akan baik. Diikuti dengan kebijaksanaan – – diikuti dengan kedewasaan, dengan luar biasa. Artinya semua yang Allah ajarkan jalankan. Udah enggak ada masalah. Tapi manusia kadang-kadang keluar dari kata-kata Thayyibat. Lalu Allah mengatakan ۗذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ ۚ"Itulah Allah Tuhan kalian." Artinya mafhum mukhalafah-nya di sini – – lawan daripada pemahaman itu adalah mana Tuhan yang lain-lain? Coba buktiin. Apa yang mereka lakukan? فَتَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ٦٤ "Maha Tinggi Allah, Tuhan alam semesta." Jadi الْعٰلَمِيْنَ itu bukan – – cuman alam semesta, sebenarnya definisnya.
الْعٰلَمِيْنَ itu adalah semua كل ما سوى الله… Dikatakan الْعٰلَمِيْنَ. Semua selain Allah dikatakan alam, apa saja. Di langit, di bumi, kelihatan tidak kelihatan, namanya alam. Maka dikatakan رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ bukan Tuhan alam semesta sebenarnya. Itu lebih sederhana. Kalau yang lebih hebat adalah Tuhan segala selain Allah. Semua selain Allah Azza Wa Jalla. Lalu dalil yang keempat adalah surat Qaf. Qaf ini surat nomor 50 ayat 6 – 11. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ اَفَلَمْ يَنْظُرُوْٓا اِلَى السَّمَاۤءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَيَّنّٰهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ ٦ وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍۙ ٧ تَبْصِرَةً وَّذِكْرٰى لِكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ ٨ وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ ٩ وَالنَّخْلَ بٰسِقٰتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيْدٌۙ ١٠ رِّزْقًا لِّلْعِبَادِۙ وَاَحْيَيْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًاۗ كَذٰلِكَ الْخُرُوْجُ ١١ Ini ayat yang luar biasa.
Kita masuk ke terjemahan dan tadaburnya. اَفَلَمْ يَنْظُرُوْٓ "Tidakkah mereka melihat semua jin, manusia." Disuruh lihat. Mengapa kita katakan jin dan manusia? Karena di sini Allah sudah jelaskan tadi di Az-Zariyat (cari ayat). Jadi banyak mukhatabah. Mukhatabah artinya ada di dalam Al=Qur'an. Jadi semua hal-hal yang diajak untuk berpikir oleh Allah – – dalam Al-Qur'an, atau diajak ngomong, atau diingatkan, atau dilarang, itu untuk jin dan manusia. Tidak untuk makhluk yang lain. Karena memang untuk jin dan manusia saja Allah mengatakan itu. Tidakkah mereka jin dan manusia, semuanya. وْٓا jamak, jelas jadi ramai-ramai. اَفَلَمْ يَنْظُرُوْٓا "Tidakkah mereka semua melihat.." اِلَى السَّمَاۤءِ.
Sama pakai Alif Lam. اِلَى السَّمَاۤءِ berarti sama yang jelas. Kalau sama saja, berarti di atas kepala mereka. tapi اِلَى السَّمَاۤءِ. Semua yang mereka bisa jangkau – – dengan pandangan matanya di atas kepalanya. فَوْقَهُمْ Dalam bahasa Arab ada dua yang digunakan kosa-kata untuk di atas.. Ada على فوق. Kalau على' sesuatu yang melengket. Seperti kopiah Saya, Saya katakan على فوق Di atas kepala Saya tapi melengket. Tapi kalau di atas lebih jauh, dikatakan فوق. Atap ini kita bisa mengatakan فوق Di atas kepala Saya, karena berjarak. Langit. Makanya Allah mengatakan
اِلَى السَّمَاۤءِ فَوْقَهُمْ. Langsung. Jadi yang di atas sekali. Di atas kepala mereka. كَيْفَ بَنَيْنٰهَا "Bagaimana kami dirikan itu. Bagaimana kami bangun." Kemudian وَزَيَّنّٰهَا "Lalu kami hiasi dengan bintang-bintang, dengan awan. سُبْحَانَ ٱللَّٰ ini kalau kita hubungkan dengan banyak sekali ayat tentunya, ini sebagian ayat saja. Tapi kalau ini ayat-ayat kita hubungakan dengan Allah tantang melihat kepada penciptaan langit, luar biasa. Dalam ayat lain, Allah mengatakan كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَيَّنّٰهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ "Perhatikan langit bagaimana Kami dirikan tanpa tiang yang kalian bisa lihat dengan mata kepala." Kok bisa ada? Ini enggak mungkin kalau tanpa tembok bisa berdiri atap ini.
Ditaruh besi. Bagaimana langit tanpa tiang?" Semuanya tanpa tiang. Kata para ulama tafsir dalam mengatakan (cari ayat). Penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia itu sendiri. Jadi kalau manusia sudah keajaiban – – ada di tubuhnya, maka itu lebih luar biasa. Dan memang langit itu kata ulama dijabarkan tidak ada tiangnya. Emang begitu saja. Jadi seperti ini tanpa sandaran. Bagaimana bisa ini berdiri? Ini masih ada yang memegang, tapi di sini memang tidak ada. Memang cuman seperti payung tanpa pemegang. Bagaimana bisa itu? Itu yang dimaksud dengan بَنَيْنٰهَا bagaimana وَزَيَّنّٰهَا kami penuhi langit itu dengan bintang-bintang. Kan' banyak. Sebagaimana dalam surat Al-Mulk, Allah juga jelaskan ayat 4. Yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan – – setelah di ayat ketiganya الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ "Allah menciptakan tujuh lapis langit bersusun." مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ "Engkau tidak akan menemukan pada ciptaan Allah itu تَفٰوُتٍۗ.
Adanya celah-celah kekurangan-kekurangan. فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ٣
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ ٤ "Kemudian pandangkanlah matamu ke langit itu. Kau tidak akan pernah menemukan satu pun celah aibnya." "Kekurangannya dan kalau kau turunkan pandangankan maka niscaya pandanganmu akan merasa capek." "Sementara belum mendapatkan kekurangannya. Lalu pandangkan sekali lagi niscaya kamu akan turunkan lagi – – kembali pandanganmu dalam kondisi letih, sementara kamu belum mendapatkan kekurangannya." Kemudian Allah mengatakan "وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ ٥. "Dan kami telah hiasi langit-langit itu dengan bintang-bintang." Jadi kata-kata di sini – – زَيَّنَّا di dalam ayat tadi. Di dalam surat yang kita bahas tadi surat Qaf – – adalah dikuatkan dengan Al-Mulk ayat 4 yang menjelaskan dihiasi dengan bintang-bintang.
Dan sekarang kalau kita lihat ilmu pengetahuan alam, para ilmuwan pun cuman bisa mengatakan luar biasa. Berapa milyar bintang di langit sana? Dan berapa besar kekuatan cahayanya? Lampu, cari lampu yang paling kuat watt-nya, dan kira-kira lihat berapa jauh yang dia bisa jangkau? Lampu mobil itu, sorotannya memang dibuat atau pesawat itu dibuat untuk jangkauan satu kilo. Kalau sudah tiga kilo sudah luar biasa. Bisa tiga ribu meter jangkauan itu luar biasa. Sudah dianggap yang paling canggih. Bintang kira-kira berapa milyar kilo dari kita? Masih bisa dilihat cahayanya. Itu bukan main-main. itu luar biasa. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjelaskan dan Allah menjelaskan juga ada surat sendiri namanya – – surat An-Nur. Cahaya sendiri itu Allah yang ciptakan dan Allah itu juga penuh dengan cahaya. Keajaiban yang luar biasa. Kemudian Allah mengatakan وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍۢ "Tidak ada kekurangan tidak ada celah aib-Nya, langit itu." Kemudian Allah mengatakan وَالأرْضَ مَدَدْنَاهَا "Lalu bumi kami hamparkan." وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ "Dan Kami tancapkan وَأَلْقَيْنَا Itu orang Arab kalau mengatakan ألقيت berarti dia melempar – – melempar sesuatu, itu ألقي.
Waktu nabi musa dikatakan وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ "Dan lemparkan apa yang di tanganmu." Jadi kata-kata di sini وَأَلْقَيْنَا فِيهَا "Dan Kami lemparkan dengan cara tertancap di atas bumi itu رَوَاسِيَ gunung-gunung." Gunung-gunung yang sangat kokoh. وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا tidak cukup sampai di situ, Allah mengatakan "Dan Kami tumbuhkan dari bumi itu – – dari فيها مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍۢ "Semuanya yang tumbuh berpasang-pasangan." Pohon ada jantan ada betina." Enggak mungkin tanpa jantan, tidak bisa berkembang biak. Manusia, jin, tumbuh-tumbuhan, hewan. Memang sudah begitu. Dan tidak ada jenis kelamin yang ketiga. Allah Azza Wa Jalla yang ciptakan. Dari mana kita bisa jadi lelaki di sini dan akhwat kita dibuat jadi perempuan? Siapa yang buat itu? Beda jenis kelaminnya, kemudian beda juga sebagian postur-postur tubuhnya.
Beda fungsi-fungsinya. Perempuan bisa hamil. Ada rahimnya, Lelaki tidak ada. Bagaimana semua itu? Siapa yang membuat itu? Itu Allah Azza Wa Jalla. Jadi ini jelas sekali bagaimana Allah mengatakan مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍۢ "Hewan-hewan pun begitu, tumbuh-tumbuhan juga begitu." Yang paling luar biasa nanti kalau kita jelaskan – – masalah kurma itu sendiri. Nanti akan ada disebutkan di sini. Lalu Allah mengatakan تبصرة Itu tafsirah باء صاد راء. Kalau ketemu dengan Ta' kata ulama adalah bukan penglihatan mata saja. Tapi bisa masuk penglihatan mata, pendengaran telinga, kemudian penglihatan yang tidak kelihatan oleh – – mata dan hati manusia. Kata-kata tafsirah. Jadi semua itu akan menjadi pelajaran, penglihatan bagi seluruh anggota tubuh kalian. وذكرى لكل عبد منيب "Dan peringatan.. untuk semua hamba.." Tapi ada sifatnya yang منيب منيب ini orang yang mau pakai tadi anggota tubuhnya, tangannya untuk berzikir kepada Allah.
Matanya untuk melihat kekuasaan Allah. Telinganya untuk mendengar kekuasaan Allah. Itu Munib. Jadi عبد منيب adalah hamba yang mau melihat ini. Bukan cuman bangun tidur, tidur lagi, makan lagi. Makan aja itu sudah cukup kita bisa lihat. Dari mana nasi ini, beras ini? Oh dari padi. Padi itu bagaimana bisa tumbuh? Berapa lama petani harus kelola? Melalui air, melalui ini-itu, proses ini-itu. Dibersihkan, segalanya, kita cuman tahu masuk di mulut saja. Tidak. Bagaimana pada saat Saya masukkan di mulut? Ini fungsinya, gigi Saya siapa yang ciptakan? Bisa fungsinya untuk makan? Ini ada gigi taring, ini ada gigi yang menghancurkan, ada gigi yang meratakan, kemudian kita punya. Harus dikunyak kemudian pada saat dikunyah ada rasa di lidah. Dari mana ini keajaiban yang luar biasa? Kemudian masuk ke tenggorokan. Di tenggorokan begitu masuk سُبْحَانَ ٱللَّٰ, ke tenggorokan, lalu masuk ke usus – – terbagi, mana yang jadi nutrisi tubuh, yang mana yang jadi kotoran, tidak dibutuhkan. Antum kalau buang air besar itu azzakumullah, itu luar biasa ayat-ayat tanda kekuasaan Allah. Makanan yang kau makan berlebihan akan keluar. Ini penyakit-penyakit. Kalau enggak keluar? Coba kalau tidak BAB 2 – 3 hari? Luar biasa. Rasa saja mau buang air, itu sebuah nikmat yang luar biasa. Bayangkan kalau antum tidak punya rasa? Kita enggak tahu kapan kita akan buang air.
Mungkin buang air di jalanan? Kalau kita tidak punya rasa pada saat buang air, oh sudah selesai berhenti. Maka kita tidak akan berhenti. Mungkin bisa seharian di kamar mandi. Rasa itu luar biasa. Sebuah nikmat yang luar biasa. Itu fungsi-fungsinya itu semua rezeki bagi hamba. Kita bisa punya fungsi. Kalau lapar, sendawa. Kenyang, sendawa lagi. Sudah peringatan, berhentinya, jangan tambah lagi. Enggak akan berguna. Karena itu akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran, tidak ada manfaatnya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى penciptanya. Sudah mengajarkan kita. Memberitahukan kita Dia menciptakan. Memberitahukan – – fungsi-fungsinya, dan yang mempertahankan itu. Baik lalu dikatakan ini untuk Abdi Munib. Munib tadi itu yang Saya jelaskan. Kemudian dikatakan وأنزلنا من السماء ماء مباركا مباركا Jadi yang paling kita sering temukan Allah selalu gunakan atau ingatkan tentang masalah hujan. Seperti sekarang, سُبْحَانَ ٱللَّٰ lagi hujan. Ini kita bisa lihat dari mana hujan ini bisa turun? Air dari langit. Allah mengatakan "Dan kami turunkan dari langit air." Mubarakah sifatnya. Yang penuh dengan berkah. Kenapa dikatakan berkah darimana berkahnya? Perhatikan lanjutannya فأنبتنا..
نبت-ينبت "Karena dengan air hujan itu, Kami akan tumbuhkan نبت yang butuh itu." Artinya sesuatu yang dari kecil – – menjadi besar. Itu namanya nabat فأنبتنا "Jadi Kami dengan hujan itu.." سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ tanpa hujan, tidak bisa tumbuhan itu jadi besar. Enggak bisa. Susah. Kalau kita punya pot pun lalu disiram air, itu harus dengan kadar tertentu. Beda dengan kalau dia kena air hujan. Kalau air hujan itu betul-betul فأنبتنا memang kena. Jadi dia dari kecil, jadi besar dan multifungsi. فأنبتنا به جنات.. "Kebun-kebun.." Bukan jannat atau satu, tapi jannah kemudian Allah katakan – – kalimat yang luar biasa.
جنات.. وحب الحصيد… "Dan biji-bijian yang sudah tidak berfungsi.." Biji pepaya, biji mangga, sudah selesai dimakan – – isinya kita buang di tanah. Allah mengatakan "Biji-biji yang kalian sudah dianggap tidak fungsi lagi, kalau kena hujan – – tumbuh lagi." Tumbuh lagi jadi pohon. Berbuah lagi lebih banyak. Satu biji bisa jadi pohon, bisa berbuah sekian juta buah. Bagaimana kalau kita makan satu kilo mangga, misalnya sepuluh biji, berarti ada sepuluh bijinya. Sepuluh bijinya sementara satu bijinya bisa jadi satu pohon. Bisa jadi sepuluh pohon. Pernah enggak sampai tadabur ke situ? Itu luar biasa, bagaimana Allah Azza Wa Jalla membuktikan kepada kita – – tentang fakta penciptaan yang luar biasa. Satu biji حب الحصيد…
حصيد.. artinya biji yang bisa menjadi Hasid. Menghasilkan. Jadi dia bisa menghasilkan sesuatu. Biji apa saja. Biji pepaya, kalau biji mangga, masih satu, ya. Biji pepaya itu bisa ratus bijinya di dalam.
Satu bijinya cukup menumbuhkan satu pohon pepaya. Itu حب الحصيد dikarenakan air hujan saja sudah selesai. Dia akan tumbuh. Allah Azza Wa Jalla mengatakan. Jadi luar biasa. Itu belum yang lainnya. Semua bisa Allah Azza Wa Jalla hidupkan. Kemudian Allah kasih contoh secara khusus, وَٱلنَّخۡلَ بَاسِقَـٰتࣲ لَّهَا طَلۡعࣱ نَّضِیدࣱ Allah sebutkan secara khusus dikatakan "Dan pohon kurma.." Beda ini enggak disebutkan dengan yang lain ya. بَاسِقَـٰتࣲ….لَّهَا طَلۡعࣱ نَّضِیدࣱ.. "Yang terhampar.." "Yang dia punya mayang-mayang." Jadi kalau antum lihat pohon-pohon kurma – Dia agak berbeda dengan buah pohon lain. Kalau pohon-pohon lain biasanya ada pohon yang normalnya itu jantan satu betina – – di sebelahnya, maka dia akan berbuah betinanya. Dan satu jantan itu tidak mudah untuk membuahi banyak betina. Tapi kalau kurma ada berbeda. Itu semua rata-rata kebun kurma, satu pohon kurma, satu batang saja – – bisa jantannya di tengah-tengah kebun ditaruh, yang lainnya betina, – – itu bisa semuanya berbuah. Dan سُبْحَانَ ٱللَّٰ kalau udara sangat panas sekali, itu nanti di pucuk pohon jantan kurma itu akan ada seperti sperma lelaki. Banyak sekali. Itu nanti kebun-kebun kurma ini dia akan naik melihat. Makin panas udara, maka makin banyak si jantan – – mengeluarkan seperti sperma lelaki persis warnanya putih dan mengantung di pucuknya itu banyak.
Kemudian angin panas itu akan membawa dan menempelkan, dengan hikmah Allah, ke pohon-pohon betina – – dan semua berbuah. Dan satu pohon bisa sekian ratus ribu buah. Makanya Allah khususkan masalah kurma. Belum lagi di sini ulama mengatakan lebih dalam dibahas, kurma itu keajaibannya sendiri dari sisi penciptaannya – – kurma itu ada mungkin ratusan jenis. Dengan satu macam pohon. Satu macam pohon. Sekian ratus macam kurma. Dari yang biasa sampai yang paling bagus. Kita biasa lihat ini kurma Tunis lain, kurma Mesir lain, kurma ini dan itu lain. Semua beda-beda dan rasanya beda-beda. Mirip memang manis tapi berbeda-beda. Nanti tentu ada kurma yang terbaik adalah Ajwa. Tapi yang jelas kurma itu macam-macam jenisnya. Kemudian Allah tidak hanya sekedar mengatakan keajaiban-Nya. Di sini ulama mengatakan dari kata-kata – – (cari ayat). Bukan hanya sekedar keajaiban bagaimana jantan membenihi betina-betina tadi dengan hikmah Allah. Tapi juga, buah-buah yang lahir, misal satu jantan kemudian betinanya ada banyak, nanti di sini ada pohon kurma yang lain – – ada pohon apa, tetap sama. Dengan jantan yang satu itu buahnya lain. Keajaiban yang luar biasa. Kemudian ada nutrisi-nutrisi yang sangat luar biasa buat manusia.
Bukankah sabda nabi ﷺ "Sebaik-baik buka puasa bagi orang yang puasa adalah kurma – – dan sebaik-baik makanan untuk orang yang sahur adalah kurma.'" Semua dilarikan ke kurma. Nabi ﷺ paling gemar setiap hari pasti makan kurma dan beragam macam manfaat dari kurma itu sendiri. Tentu kalau mau dirincikan dari pertemuan ini musti 2 jam untuk bahas masalah kurma saja. Biasa multi manfaatnya. Jadi selain pohonnya, juga buah-buahnya yang dihasilkan sangat luar biasa. Kemudian Allah mengatakan dalam penutupan ayat. رِّزۡقࣰا لِّلۡعِبَادِۖ "Memastikan semua itu.." – – semua tadi yang sudah disebutkan, fasilitas buat hamba-hamba, buat makhluk. Kemudian Allah masih kuatkan lagi manfaat daripada hujan وَأَحۡیَیۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةࣰ مَّیۡتࣰاۚ…..
كَذَ ٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ. Dan dengan hujan itu bukan cuman sekedar tumbuh-tumbuhan, tapi kami hidupkan negeri yang sudah mati. Kebakaran, turun hujan, habis. Kering, turun hujan, selesai. Itu semua kembali.
Sungai kering kena hujan, jadi sungai kembali. Semua bisa dengan air hujan itu. كَذَ ٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ Allah ingin titikberatkan poin penting terakhir penutupan ayat "Begitulah kami membangkitkan kalian." Nanti hari kiamat, begitu kami bangkitkan kalian. Hanya turun hujan, selesai. Dalam sebuah hadis yang sahih dikatakan, nabi ﷺ bersabda, Allah akan turunkan hujan nanti – – kemudian hujan tersebut akan menyentuh tulang-tulang ekor kalian, maka kalian akan tumbuh – – seperti tumbuhnya tumbuh-tumbuhan. Hujan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan demikian. Dan dalam ayat lain dikatakan – – (cari ayat) "Kami jadikan dari air itu semuanya bisa hidup." Semuanya bisa hidup. Dari mana air ini? Memang kalau dia cuman murni air saja, nanti kalau dicampur teh jadi warna ini.
Semua hampir yang cairan dari air dan Allah hidupkan dari situ. Semua, tidak ada yang bisa hidup tanpa air. Manusia bisa hidup dengan air saja dan manusia tidak bisa – – tidak bisa hidup hanya dengan makanan saja. Makanya pernah ada sahabat berkata, "Kami pernah.." Walau Ini konteksnya kelebihan air zam-zam, ya. "Kami pernah hidup di Mekkah selama sebulan." Abidzar رضي الله عنه pada saat beliau datang masuk Islam – – itu beliau sempat tinggal sebulan di Mekkah tidak punya apa-apa kecuali minum zam-zam. Tidak makan apa-apa. Karena waktu itu dia belum tahu mana nabi سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Dan orang-orang Mekkah waktu itu kalau ada yang menanyakan siapa nabi ﷺ? Lalu digebukin. Dipukulin. Dan dirahasiakan beritanya. Abidzar orang dari luar. Al-Ghifari, ini suku besar. Di luar Mekkah dan mereka terkenal perampok semua. Maka dijaga. Tapi dia bilang "Saya sempat minum zam-zam saja dan sudah selesai." Dan ini sabda nabi.
Zam-zam itu minuman dan sekaligus makanan yang mengenyangkan. Air memang begitu fungsinya. Luar biasa. Baik, kemudian ini kurang lebih dalil-dalilnya. Tentu masih banyak dalil yang berhubungan dengan masalah – – apa namanya rezeki-rezeki dan bukti dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Sekarang yang kita masuk ke inti bahasan juga – – di poin selanjutnya adalah apa yang harus dijadikan atau dipegangi oleh orang mukmin. Agar rezeki Allah tadi, fasilitas itu bertambah atau minimal bertahan. Namun sebelumnya Saya ingin jelaskan dulu poin penting. Tadi Saya jelaskan di awal pertemuan – – rezeki itu seperti pohon. Ada buah yang bergeletakan, ada buah yang bergelantungan. Ini tinggal diambil, fasilitas udara yang kita hirup misalnya. Fungsi-fungsi tubuh. Dan ada yang harus kita ambil.
Perlu antum tahu, dan ini poin penting sekali. Rezeki tadi yang seperti pohon itu orang kafir dan orang mukmin, boleh mengambilnya. Makanya jangan heran kalau orang kafir ada rezekinya? Ya memang begitu. رِّزۡقࣰا لِّلۡعِبَادِۖ Untuk semua makhluk. Untuk semua makhluk. Memang enggak ada larangan. Tidak ada masalah. Hanya saja, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى membedakan antara rezeki mukmin dengan kafir di berkahnya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berkahi rezekinya orang mukmin. Ini bedanya di masalah rezeki. Kata para ulama – – bedanya adalah di masalah (berkah) rezeki dan beda dengan orang kafir yang tidak ada berkah rezekinya. Ingat saudaraku, ada poin penting juga. Salah sekali pemahaman sebagian umat Islam yang mengatakan bahwa – – orang-orang kafir hidupnya enak, nikmat, kenapa kita orang mukmin tapi miskin.
Antum kalau mau bandingkan antara orang kaya. Kalau mau bijaksana. Harus dibandingkan dengan orang kaya juga. Enggak boleh orang kaya dibandingkan dengan orang miskin. Enggak. Kalau antum mau membandingkan orang kaya – – kafir, milyaran, cari orang mukmin muslim yang kaya. Baru seimbang. Jangan antum bandingkan diri antum sama, oh itu kenapa orang kaya tetangga Saya? Kita memang dasarnya sudah miskin, enggak bisa. Antum bandingkan keadaan antum dengan yang kafir miskin – – seperti antum, baru antum bisa bedakan.
Jangan ini tidak seimbang. Kalau kita membandingkan. Jadi cari banyak sekali buktinya orang-orang mukmin yang kaya – – mengalahkan orang-orang kafir yang kaya. Dan سُبْحَانَ ٱللَّٰ kata ulama perbedaan berkahnya di sini, kalau orang kafir itu karena mereka tidak kenal yang namanya – – haram, maka hidupnya semua susah walaupun banyak hartanya, tapi susah. Penuh dengan hutang – – terganggu rumah tangganya, rusak, anaknya sakit, dia sendiri cuci darah, beragam macam masalah yang dia hadapi. Tapi kalau orang mukmin yang ngikutin sistem yang benar, maka insyaAllah kalau Allah bukain rezeki buat dia – – di situ, diperbanyak rezekinya.
Pastikan kalau kita fokus masalah kebutuhan sehari-hari lebih banyak dibuat – – dan dia dalam sistem yang benar maka terus akan berkah. Kalau dia melanggar, juga sistem tetap dia ikuti seperti orang kafir – – dia tidak kenal yang haram, tetap yang haram dilakukan dengan riba dan manipulasi, maka juga dia akan menghadapi – – masalah yang sama dengan orang kafir. Berkahnya diangkat, maka dia jadi sakit. Cuci darah – – kemudian anaknya sakit, rumah tangganya rusak, sama dengan orang kafir kondisinya. Tapi kalau tidak, maka dia akan seimbang luar biasa. Banyak sekali contoh dari kalangan sahabat; Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, orang-orang kaya dari kalangan sahabat – Ustman orang kaya raya, Abu Bakar orang kaya raya punya perkebunan banyak.
Bukankah Ustman رضي الله عنه – – pernah membiayai pasukan Usrah di perang Tabuk yang beliau menyumbang sekian ribu unta dan kuda dalam peperangan. Kemudian sampai membeli sumur dikenal dengan sumur Rumat dan seterusnya. Kata nabi ﷺ – – "Tidak ada lagi yang bisa menghalangi Ustman masuk ke surga, setelah apa yang dilakukan hari ini." Banyak sekali yang diinfakkan. Banyak sekali yang dikeluarkan oleh beliau. Begitu juga contoh. Orang-orang kaya banyak. Kalau kita angkat sekarang, di depan mata Saya ada mungkin ratusan – – mungkin bisa kita bahasakan ada ribuan.
Di Saudi itu banyak sekali ulama yang kaya raya. Banyak sekali. Dan sudah biasa itu kalau orang alim kaya-raya. Biasa sekali. Tapi memang dalam akidah yang benar itu luar biasa. Banyak sekali. Punya mobil, punya usaha, punya ini-itu. Punya kedudukan, ada banyak. tapi kalau orang-orang muslim yang memang dasarnya – – dia jauh dari manhaj yang benar, ikhtiar-ikhtiar ini jauh dari akidah yang benar, maka itu pasti akan menyimpang. Akan hilang berkahnya. Tapi kalau engga, banyak (yang berkah). Imam Masjidil Haram di Mekkah, – – mereka kaya-raya gitu. Dan negara-negara yang mayoritas muslim, Indonesia sendiri – – kaya cuman banyak individu yang tidak bertanggung jawab, menyalahgunakan itu. Coba kalau mereka jalankan dengan yang benar? Yang akan kita sebutkan kiat-kiatnya, maka itu pasti akan tidak ada masalah. Saudi sampai sekarang, kaya raya karena di sana pusat orang sujud lalu Allah keluarkan dari bumi – – minyak. Sampai para ilmuwan Barat mengatakan kami kesulitan mencari minyak kalau tidak ada orang Islam di lokasi itu. Dan ada sebagian mereka berani mengatakan, karena sujudnya orang Islam ke tanah, keluar minyak bumi.
Banyaknya orang sujud di Saudi, dan semua kiblat ke sana, keluar minyak. Jadi negara terkaya. Kalau kita selalu hanya mengandalkan, seperti orang sekuler, oh kita ketinggalan zaman, karena kita tidak ikutin teknologi Barat. Dari mana itu? Islam itu sudah memimpin dunia saudaraku. Dari zaman nabi ﷺ anggaplah tahun satu Hijriah. Itu kita memimpin dunia. Orang Islam ini. Kalau kita tidak punya sistem ekonomi yang kuat – – tidak mungkin bisa. Kita tidak mungkin punya cara sistem kehidupan, Manhaj kehidupan yang baik. Tidak mungkin kita memimpin sampai tahun 1924. Kurang lebih 80 sampai anggap seratus tahun yang lalu saja. Itu baru berubah. Khilafah Ustmaniah di Turki menjadi Republika. Sebelumnya memimpin dunia, apakah kita tidak punya sistem ekonomi yang baik? Banyak. Cuma kita tidak mau lirik histori – – kita, coba kita malah kembali kepada historinya orang Barat atau orang Barat ini orang-orang non-muslim. Berkiblat kepada mereka. Dari mana orang Barat kapan jaya? Amerika kapan jaya? Baru berapa tahun? Dan antum ini orang Islam berapa tahun berjaya? Dari satu Hijriah.
Kalau kita hitung sekitar seratus tahun yang lalu. Sekarang sudah 1435, berarti sudah 1335 tahun kita berjaya. Kembali ke buku-buku sejarah Islam. Lihat bagaimana Islam jaya? Saya pernah dapatkan sebuah buku, tapi sayang Saya cari enggak ada Saya temukan sekarang. Waktu Saya tulis thesis S2 itu Saya sempat jadikan referensi. Judulnya Kultur Islam. Kalau tidak salah itu terbitan Bulan Bintang waktu itu, ya. Saya sempat lihat ada mungkin buku-buku kakek Saya dulu. Kakek Saya juga seorang da'i di Makassar dulu. Jadi Saya sempat dapat buku beliau رحمه الله . Kemudian Saya lihat kok bukunya bagus. Di dalam itu, cukup banyak fakta-fakta dalam bahasa Indonesia – – terjemahan memang buku itu. Itu di dalam ada foto-foto fakta-fakta secara ilmiah – – bahwasanya memang teknologi-teknologi sekarang ini beranjak daripada ilmuwan muslim. Dan banyak yang dikabur-kaburin oleh orang non-muslim. Yang mereka tidak kaburin itu yang memang tidak bisa dibantah – – seperti Ibnu Sina dalam kedokteran, Al-Jabar dalam masalah matematika, tapi masih banyak lain.
Di situ diangkat fakta faktanya, ternyata hampir semua teknologi canggih termasuk adanya listrik, pesawat – – segalanya, itu bukan orang-orang non-muslim yang temukan, orang Islam yang temukan dan itu – – ilmuwan dari Spanyol ada fakta ilmiahnya. Tapi dikaburi. Nah kita tidak pernah kembali kepada sejarah-sejarah itu. Sehingga kita terkelabuhi benar- benar. Allah menyuruh kita. Tidakkah mereka melihat kepada ملكوت السموات والأرض Langit dan bumi. Bagaimana bisa ada cahaya malam hari? Bagaimana bisa matahari terbit kemudian terang buat kita. Dan seterusnya. Bagaimana bisa semua itu? Itu kan pasti ada ilmunya. Ada ilmiah. Dan kita kalau berusaha saja sedikit – Kenapa orang Barat bisa menemukan satu teori misalnya? Karena mereka mau menyentuh ini alam. Jadi tahu orang Islam hanya malas saja alias tidak mau. Coba kalau seandainya kita juga mengadakan – – penelitian itu luar biasa. Penelitian tentang umat sebelum kita. Itu masalah firaun. Mana ada orang Islam yang terjun ke Mesir kemudian periksa. Engga ada. Tapi ilmuwan pun cuman mengatakan yang kami tidak bisa pikir sampai sekarang – – bagaimana di zaman Fir'aun dan mereka pakai teknologi apa bisa angkat batu nyusun jadi piramida. Satu batu minimal satu ton beratnya. Sekarang pun susah cari alat dengan teknologi canggih untuk angkat – – satu ton batu.
Enggak bisa, susah. Bagaimana mereka bisa angkat – – pakai tenaga apa kalau manusia pun mungkin kalau sejajar. Ini enggak. DIsusun sampai tinggi seperti gunung. Tapi itu keajaiban. Artinya, memang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang menuntut orang untuk punya ilmu. واتقوا الله ويعلمكم الله.. bertakwa sama Allah, Allah akan ajar kalian. Pasti muncul ide-ide itu. Cuman umat Islam tidak mau masuk ke situ. Jadi sekali lagi keliru kalau ada orang mengatakan سُبْحَانَ ٱللَّٰ. Bahwasanya orang-orang kafir lebih maju dan itulah yang diinginkan oleh orang-orang – – Barat dan orang non-muslim. Supaya membuat umat Islam ini merasa "Kita enggak punya apa-apa." 1335 tahun kita memimpin dunia, Anda mengatakan kita tidak punya kelebihan? Ini kekonyolan namanya.
Pelajari itu cari tahu berita-berita tentang mereka cukup banyak buku-buku sejarah berhubungan dengan masalah itu. Ada uang berangkat, lihat peinggalan-peninggalan di Spanyol, peninggalan di Turki. Bagaimana umat Islam berjaya dulu. Itu hal yang luar biasa. Baik, kita masuk sekarang ke bagaimana caranya agar, ini tentu tidak ada bagi orang kafir. Ini hanya bagi orang Islam.. Bagaimana supaya tetap berkah? Bagaimana mempertahankan rezeki. Bukan cuman duit tapi semua fasilitas ini, anggota tubuh, fungsi-fungsinya, semua langit nurunin hujan. Pohon-pohon kita bisa berbuah. Laut kita bisa penuh dengan ikan-ikan yang kita bisa panen. Luar biasa. Semua ini bisa dipertahankan dan bisa ditambah. Allah bisa tambah dengan hikmahnya. Dengan caranya. Satu ikan bisa melahirkan seribu ekor. Bisa. Seribu telur. bisa kalau Allah mau. Perempuan bisa melahirkan kembar sekian banyak, bukankah kemarin terjadi di Palestina – – karena banyaknya umat Islam yang dibunuh di sana, ada masuk fakta di Al-Arabiyyah – – itu dijelaskan di majalah, di TV Jazirah Arab ada satu wanita di Palestina melahirkan dalam dua tahun – – kalau tidak salah anaknya dua belas. Jadi satu kali melahirkan itu tahun sebelumnya menikah sama lelaki – – suaminya, punya anak kembar enam.
Semua sehat semua lelaki. Tahun kedua lahir lagi enam, kembar. Semua sehat, semua lelaki. Seakan-akan Allah perlihatkan keajaibannya. Kamu bunuh wahai Yahudi dua orang muslim. Ini Saya lahirkan enam gantinya. Ini Saya lahirkan dua belas. Tentu banyak kalau Alla mau luar biasa ini berkah. Ada kiat-kiatnya. Mahsyur. Yang pertama adalah – Di antara للمؤمن عدة الطرق وللحصول وللتكثير من الرزق… Banyak sekali cara sebenarnya, ini tulisan Saya susun sendiri. Mudah-mudahan dalam bentuk buku nanti – – dalam Bahasa Arab catatan kecil begitu. Saya coba kumpulkan dari beberapa buku-buku. Juga ayat-ayat Al-Qur'an. Dalil yang paling kuat adalah Saya selalu mengambil Al-Qur'an. Karena سُبْحَانَ ٱللَّٰ banyak Al-Qur'an yang belum ditadaburi ayatnya. Banyak sekali. Kita masuk sekarang adalah poin pertama untuk mempertahankan atau menambah satu. Yang pertama adalah ini yang paling inti; bersyukur kepada Allah. Syukuri itu. Mengatakan Alhamdulillah. Hanya itu saja yang Allah inginkan. Perhatikan baik-baik dalilnya. Surat Al-Ankabut urutan 29 ayat 17. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا نَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ١٧
(Q.S) Al-Ankabut (29) : 17. Artinya, kita masuk ke terjemahan dan tadaburnya. اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا. "Semua yang kalian sembah selain Allah, kalian seru, gantungkan nasib kalian." Kalau ragu-ragu – – Tuhan bukan ya? Bisa engga Dia? Itu saja sudah masuk اَوْثَانًا semua benda mati. Semua benda mati.
Apa yang kalian semua sembah selain Allah ini اَوْثَانًا bukan cuman patung, ya. Tapi اَوْثَانًا semua benda mati. وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗ "Dan kalian membuat itu dengan penuh kebohongan." Semua orang yang mengatakan kuburan ini bisa berikan manfaat, pohon ini ada keramat. Ini semua bohong. Karena Allah mengatakan اِفْكًا ۗ enggak ada. Bohong semua itu. Ini berarti Allah sudah memberikan kepada kita dan harus kita yakini sebagai mukmin semua itu bohong. Enggak ada apa-apa mereka, اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا "Semua yang kalian sembah selain Allah, benda mati." Manusia pun yang disembah mati. Semua benda mati. Dan kalian membuat itu dengan penuh kebohongan. Semua bohong سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ semua kebohongan. Kuburan-kuburan yang dianggap keramat, yang mengatakan kuburan nabi bisa memberikan manfaat. Demi Allah bohong. Dari mana dalilnya? Bukankah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sudah mengatakan إنك ميت وإنهم ميتون {الزمر (٢٩) : ٣٠} Kau mati Muhammad. Berarti mati sudah tidak akan berfungsi dan mereka pun akan mati. Semua yang menyalahgunakan – – ibadah kepada Allah akan mati. إنك لن تسمع من في القبور "Kau tidak pernah bisa Hai Muhammad.." Kalau Muhammad ﷺ tidak bisa – – berarti kita lebih tidak bisa.
"Kau tidak akan pernah bisa memperdengarkan apapun bagi orang yang mati dikubur dan – – kau pun tidak bisa dengar apa-apa dari mereka." "Biar kamu gali, biar kamu apa, enggak bisa kamu buat apa-apa." Enggak ada. Kuburan selesai enggak boleh. Kata nabi ﷺ apa? لا تجعلوا قبوركم مساجد "Jangan jadikan kubur kalian tempat ibadah." Kenapa masih ada orang yang pergi ke kuburan minta-minta itu? Dari mana bisa ini? اَوْثَانًا benda mati. اِفْكًا ۗ kebohongan. Saya kasih contoh. Ada satu kuburan di Mesir di daerah Tanta.
Tanta ini mungkin sekitar 200 Km dari Kairo. Ada di sana satu kuburan itu, dulunya kuburan itu biasa saja. Lalu ada seseorang yang mati kemudian karena – – dia ditokohkan oleh masyarakat, ada yang wakafin tanah di kebun kurmanya, ditaruh kuburannya di situ. Sudah dikubur. Berjalan waktu. Meninggal generasi-generasi itu, ternyata anak-anak ahli warisnya menjual tanah sampai – – akhirnya, kuburan itu karena dibagi-bagi oleh ahli waris dan dijual, berada di pinggir jalan raya. Dengan berjalannya bertahun-tahun. Ada dua orang yang tidak bertanggung jawab datang dari mesir itu. Ini mahsyur kisahnya. Dan ini diceritakan oleh dosen kami. Saya dulu pernah tahun 89-an di Mesir ini cerita langsung dari para guru-guru. Kalau Saya tidak salah ingat itu cerita dari mereka langsung. InsyaAllah benar. Saya yakin karena Saya tahu betul cerita ini. Mohon maaf bukan dari dosen Mesir, ini dari guru-guru kami termasuk guru akidah Dr. Fahad Tsuhaimi. Itu beliau atau menyampaikan kepada kami pada saat tingkat tiga kuliah dalam materi Tauhid.
Ini yang benar. Jadi Saya ingat betul beliau mengatakan kisah ini. Dan beliau mengatakan itu kisahnya adalah – – dua orang yang mampir kemudian ban mobilnya pecah. Dilihat lah kuburan itu di pinggir jalan. Yang satu perbaiki ban, yang satu ini Mujrim. Mujrim ini orang yang jahat betul. Dia lihat kuburan itu selama lima belas – – menit, temannya perbaiki ban, berapa banyak orang yang lewat mampir berikan salam kepada kuburan. Dia nyebrang diambil satu kaleng yang sudah rusak di situ, dutaruh dekat kuburan dia pergi dia nyebrang. Dia lihat. Ternyata dari sekian survei dia, نعوذ بالله berapa orang yang lewat ada yang sempat naruh duit. Karena kejahilannya. Dia bilang sama temannya, kita enggak jadi pulang ke Kairo. Dia pergi ke toko bangunan, dibongkar kuburan itu besok, dipasangin keramik pasangin pagar. Taruh celengan yang bagus. Ternyata dari sekian banyak orang lewat, betul-betul kasih duit. Sekarang, kuburan itu bisa menampung menjadi sebuah masjid – – yang besar daerah Tanta itu. bisa menampung sekitar seribu atau dua ribu jemaah. Saya lupa. Tapi sudah sangat besar dan orang datang karena kuburannya bukan karena masjidnya. Dan yang sudah membangun itu terima per hari atau perbulan, satu juta L.E atau jadi satu milyar rupiah.
Dia terima uang dari celengan yang masuk ke situ. Orang musyrik dia enggak pusing. Dan ini betul-betul اِفْكًا ۗ kebohongan. Semua سُبْحَانَ ٱللَّٰ yang di kuburan-kuburan Indonesia ini yang banyak disembah-sembah yang diminta-mintakan – – itu kebohongan semu. Allah yang mengatakan وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗ semua kobohongan. والله minta di sini-di situ, Syekh Fulan tolong berikan manfaat, kebohongan. Kalau dia bisa berikan manfaat – – Tuhannya Allah lebih mampu. Kuburan ini kuburannya wali. Bisa berikan. Kenapa enggak minta kepada Tuhannya? Pasti Tuhannya lebih mampu, untuk apa meminta kepada dia? Imam Nawawi mengatakan رحمه الله – "Saya heran dengan orang yang meminta-minta ke kuburan, sementara di kuburan adalah orang mati." "Benda mati." Yang seperti dia tapi sudah mati tinggal tulang. Dia masih hidup, dia malah bisa lebih bermanfaat – – daripada orang itu di muka bumi." Tapi dia tidak mau pahami itu. Allah mengatakan membongkar اَوْثَانًا dan اِفْكًا ۗ benda mati dan bohong semuanya. Bohong semua penipuan. Di Surabaya begitu juga di Wali Songo. Sumur yang sudah tua, air berkah, dijual berjrigen-jrigen. Harganya mahal. Kenapa enggak beli zam-zam? Walaupun sudah cokelat airnya, kotor, bisa buat penyakit.
Enggak ini berkah dari zaman wali songo سُبْحَانَ ٱللَّٰ. Jadi kalau dari zaman wali songo, berarti tetap berkah. Sunnatullah, kalau sumur sudah kotor – – harus diuruk kembali. Diganti dibersihin airnya. Baru bisa jadi air bersih dan itu juga karena Allah yang ciptakan. Bukan tidak ada hubungannya dengan wali songo. Enggak ada hubungannya. Ini enggak. Dianggap berkah, lebih berkah daripada zam-zam malahan. Orang-orang pada beli – – minum, kejahilan, nanti sakit perut dianggap tidak apa-apa.
Ini bagaimana caranya? Semua اِفْكًا ۗ semua itu سُبْحَانَ ٱللَّٰ penuh kebohongan. Kebohongan yang luar biasa. Direkayasa oleh orang-orang tertentu. Saya tidak bahas siapapun ya, tapi orang-orang tertentu ini memang tujuannya dunia. Semua orang yang mengajak penyembahan – – selain Allah, menghidupkan bid'ah lawan nabi ﷺ masalahnya karena mau hidup, duit di belakangnya. Hanya itu saja. Karena masih mau rezeki dari manusia. Lupa kalau Allah Azza Wa Jalla yang memberikan. Dan ini luar biasa bertanggung jawab di hadapan Allah di Hari Kiamat. allah mengatakan – { …إِنَّ ٱلَّذِینَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا یَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقࣰا …}
[Surat Al-Ankabut: 17] "Semua yang kalian sembah itu kebohongan-kebohongan, tidak bisa memberikan kalian apa-apa dari rezeki." Tidak bisa menyiapkan fasilitas kalian. فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ١٧
"Hanya cari rezeki dari Allah. Ikutilah itu rezeki untuk kamu minta dengan ibadah kepada-Nya." "Ibadah yang benar. Sesuai dengan wahyu. Dan syukuri.
Hanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan." Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan dalil yang selanjutnya adalah surat Saba'. Urutan 34 ayat 15 di mana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan tentang negeri Saba'. Saba' ini Yaman. Cerita zaman dulu, tapi ada pelajaran besar. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan – – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
– أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ "Sesungguhnya pada Negeri Saba' di tempat tinggal mereka.." – – ".. ada tanda kebesaran Allah." Tanda-tandanya apa? Allah mengatakan جَنَّتَانِ عَن یَمِینࣲ وَشِمَالࣲۖ Jadi saking taatnya mereka beribadah pada saat itu, sampai Allah jadikan di Timur dan Barat Saba' – – itu semua Timurnya isi dengan buah-buahan, penuh buah-buahan.
Segala macam buah-buahan ada pada saat itu. Dan di sebelah Baratnya, semua penuh dengan sayur-sayuran. Semua bermanfaat , tidak ada pohon satupun yang tidak bermanfaat. Maksudnya tidak bisa memberikan mereka, ada pohon yang cuman melindungi. Tapi memberikan kepada mereka juga. Allah mengatakan كُلُوا۟ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ Disuruh makan, silahkan makan. Yang halal, nikmatin, lalu Allah mengatakan kata kuncinya وَٱشۡكُرُوا۟ لَهُۥ Tapi ikuti dengan syukur Alhamdulillah. Para ulama Salaf, Abdullah bin Umar رضوان الله عليهم saudaraku, itu kalau minum – – coba terapin ini.. beliau kalau minum bukan buka gelas, ucap بَسْمَلَة. Diturunin, ucap lagi اَلْحَمْدُ للَّهِ. Terus minum lagi, بَسْمَلَة turunin lagi ucap اَلْحَمْدُ للَّهِ. Satu gelas itu, mungkin Abdullah bin Umar bisa minum sepuluh kali بَسْمَلَة – – sepuluh kali اَلْحَمْدُ للَّهِ. Kita kadang-kadang satu kali اَلْحَمْدُ للَّهِ sudah syukur kalau bisa. Makanya Saya sering tekankan – – dalam pengajian Saya, سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ Saya terapkan juga di rumah, jangan lupa kerasin suara. بَسْمَلَة tidak apa-apa. Karena kadang-kadnag kita kira, sudah baca padahal sebenarnya belum. Dan kalau kita lupa baca apa yang terjadi? Setan mencurinya. Tambah lagi ada orang minum dan makan dengan tangan kiri.
Tambah jadi, setannya tambah jadi. Tambah ambil. Jangan kalian minum dan makan dengan tangan kiri karena setan, kata ulama hadis, mencuri makanan – – yang dia makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri. Karena dalam hadis yang lain dikatakan – – siapa yang lupa membaca بَسْمَلَة pada saat awal makan dan minum, kemudian dia mengingatnya dan mengatakan – – بِسْمِ اللَّهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ maka setan di sebelahnya akan memuntahkan apa yang dia curi. Mencuri kan, begitu. Nah dengan juga disyukuri dengan ucap اَلْحَمْدُ للَّ kenapa kita kalau habis makan habis minum bilang اَلْحَمْدُ للَّ? Supaya minimal kenikmatan minum dan makan itu bertahan atau bisa bertambah malah lebih nikmat lagi setelah itu. Allah mengatakan كُلُوا۟ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ "Silahkan makan." Dan ingat, pada saat Allah haramkan sesuatu – – Allah bukakan banyak pintu halal, sudah pernah Saya jelaskan saudaraku.
Babi Allah haramkan. Sisi yang lain Allah halalkan sapi, ayam, kambing semua hewan-hewan di air halal. Kenapa harus babi? Allah haramkan khamr, enggak boleh minum ini khamr memabukkan ada alkoholnya. Ada air putih, kenapa harus khamr? Allah haramkan sesuatu masih banyak yang lain. Allah haramkan pergaulan bebas, tidak boleh walaupun kebutuhan biologis kita harus terlampiaskan – – kepada lawan jenis. Manusia normal. Allah mengatakan زُیِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَ ٰتِ مِنَ ٱلنِّسَاۤءِ [Surat Ali 'Imran: 14] Pasti kita punya syahwat. Cinta, diikuti dengan syahwat. Pasti kita mau melihat, pasti kita mau memegang – – pasti mau mencium, pasti mau berjima'. Itu pasti. Fitrah itu. Tapi Allah ajarin caranya. Akad nikah, zina sama nikah bedanya hanya sepuluh menit. Hanya Saya nikahkan kamu oleh walinya dengan anak Saya – – si Fulana, sedangkan si lelaki mengetakan "Saya terima." Selesai. Halal. Zina berhubungan biologis, hamil pasangannya, maka dimulai dengan kekhawatiran dan diakhiri dengan penyesalan. Kalau maksiat itu.
Kalau ibadah, dimulai dengan keikhlasan dan ketulusan, dan diakhiri dengan kenikmatan. Otomatis begitu. Sekarang orang zina, Qadarallah haram, enggak boleh. Pelampiasan biologis kebutuhan dia. Tapi caranya salah. Maka pada saat pasangannya hamil dua-duanya malu. Keluarganya malu. Nama mereka di masyarakat rusak, anaknya yang lahir tidak jelas statusnya. Tapi kalau kita lihat orang menikah – – dengan cara yang Allah ajarkan, yang halal. Setelah akad nikah, malam pertama semua orang tahu kalau mereka berhubungan – – biologis sudah rahasia umum.
Mereka berhubungan. Kalau hamil pasangannya, istrinya hamil? Dua-duanya senang, keluarganya senang. Orang tahu ini karena hasil hubungan biologis. Dibandingkan tadi sama zina, hasil hubungan biologis juga, tapi tidak ikuti jalan Allah. Malu semua, anaknya enggak jelas statusnya, ini enggak. Keluarganya semua senang. Mereka senang. Dipilih nama baju bagus segalanya. Pada saat lahir anaknya jelas statusnya. Kenapa harus yang haram? Apa manfaatnya? Saya waktu itu ditanya Ustaz boleh enggak pacaran? Boleh. Tapi setelah nikah. Silahkan nikmati. Pegangan ciuman berjima, silahkan. Tapi setelah nikah. Kan begitu. Itu poin terpentingnya. Dan hilangkan prinsip dasar mengatakan harus punya ijazah baru menikah. Jauh-jauhi itu semua. Enggak ada manfaatnya. Kebutuhan biologisnya kalau sudah mendesak kata nabi ﷺ. Sesuatu itu bisa menjadi haram, mohon maaf ini bukan hadis, tapi para ulama mengatakan – – bahwa semua yang bisa membawa orang pada yang haram, maka berarti dia sudah wajib untuk mencari yang halal. Jadi misal kalau dia tidak menikah maka dia bisa jadi zina. Dia wajib nikah pada saat itu. Punya kewajiban. Enggak bisa tidak. Kalau dia lagi safar dan dia punya keringanan buka puasa tapi dia paksakan – – diri kalau dia tidak buka puasa, malah dia sakit malah dia mati, maka dia wajib berbuka puasa.
Sudah pindah hukumnya. Maka harus mengambil apa yang telah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى perintahkan. Baik selanjutnya dikatakan, بَلۡدَةࣱ طَیِّبَةࣱ وَرَبٌّ غَفُورࣱ"Sesungguhnya negeri itu akan selalu Thayyibah." Akan selalu subur, makmur, tenang, aman, kalau apa? وَرَبٌّ غَفُور "Mengikuti Tuhan yang Maha Pengampun." Mengikuti Tuhan yang Maha Pengampun. Baik yang kedua saudaraku adalah kiatnya infak. Al-Infaq atau sedekah. Ini banyak sekali orang yang tidak paham سُبْحَانَ ٱللَّٰ Saya sering bahasakan di pengajian Saya dan mudah-mudahan Saya termasuk orang pertama melaksanakan – – bukan cuman mengucapkan. Kalau antum memang betul-betul mau mempertahankan dan mau mendapatkan – – rezeki itu, di setiap sesuatu yang Allah siapkan yakini ada infaknya di situ. Dan kalau mau maksimal, keluarkan sepertiganya. Kalau mau maksimal. Misal Saya dikasih segelas ini. Kalau Saya masih bisa berbagi dengan orang, sepertiganya itu lebih baik. Kue Saya beli, makanan sepertiganya dikasih orang miskin, maka itu lebih baik.
Makanya salah satu yang merupakan kelebihan daripada tabi'in yang mahsyur Uwais Al-Karni. Itu beliau رحمه الله kalau dapat rezeki, beliau emang orang susah hidupnya. Tapi beliau kalau makan – – kadang-kadang cari makanan di sisa-sisa makanannya orang di sampah. Dapat roti dibersihkan sama dia. Dibersihin, selesai dibersihin masih dibagi lagi, dibagi dibersihin dibagi dikasih orang lain lagi sama dia. Dikasih orang-orang yang dianggap memang susah dikasih. Baru dia mengatakan "Ya Allah, inilah rezeki yang telah – – Engkau berikan kepadaku dan aku sudah berusaha membaginya untuk selainku." Masih dibagi, kadang-kadang kita سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ beli makanan sampai rusak di rumah enggak pernah dikasih orang. Wasiatkan kepada keluarga Saya jangan nginapkan makanan di rumah. Malam itu habis. Besok urusan besok. Orang mukmin tahu hari lalunya sudah berlalu, tinggal taubat kalau salah. Dan dia bersyukur kalau benar. Hari ini milik dia – – besok adalah gaib. Dia tidak tahu. Selesai. Kita boleh berencana tapi enggak ada yang bisa pasti. Hari ini punya kita, maksimalin. Isi dengan ibadah, isi dengan amal saleh – – isi dengan segalanya, itu poin utamanya. Besok itu urusan besok. Kita enggak pernah tahu. Hari ini subuh tepat waktu.
Zuhur tepat waktu, semua tepat waktu. Semua zikir pagi, semua ibadah, baca Al-Qur'an terus. Tidak ada istilah besok. Ini besok enggak ada urusan sama kita. Besok kita akan enggak tahu hidup atau tidak. Orang mukmin begitu. Yang telah berlalu, istighfar kalau salah, syukuri kalau ada hari ini maksimalkan, besok kita tidak tahu. Lupakan. Lupakan hari esok. Sudah kita enggak tahu kapan kita masih hidup atau tidak.
Boleh punya planning, tapi bukan satu kepastian. Ini banyak orang bilang "Besok saja deh Saya baru silaturahim." "Besok aja Saya baru begini." Apa besok lagi? Memang ente masih hidup besok? Ini harus diperhatikan. Baik, sekarang masalah infak ini adalah mengeluarkan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Dan itu sifatnya per item. Per item-nya. Itu jauh lebih baik. Kita baru beli baju seratus ribu. Kalau antum bisa keluarin 33.300 sekian 35.000 antum keluarin. Infakkan karena Saya sudah diberikan oleh Allah kesempatan beli baju seratus ribu, itu maksimal. Itu akan luar biasa. Hadis Bukhari menjelaskan masalah itu. Bukankah sudah mahsyur kisah ada dua orang di zaman – – Bani Israil punya kebun bersebelahan. Kemudian yang satunya mendengar suara dari langit. Dari awan yang mengatakan "Tuangkanlah hujan di kebunnya Fulan." Tetangganya dia. Lalu diikuti sama dia awan itu, ternyata betul hujan turun di tempat temannya yang lain enggak dapat hujan.
Termasuk dia sendiri enggak dapat hujan. Lalu setelah itu dia lihat hujan turun selesai hujan turun dia datang – – ke temannya. Dia tanya tetangganya. Apa yang kamu lakukan? Tadi Saya dengan ada suara di awan yang mengatakan – – begini dan begitu." Apa yang kamu lakukan? Dia bilang "Saya membagi hasil daripada kebun ini sepertiga. Sepertiganya – – langsung di jalan Allah. Langsung. Ini maksimal. Terima gaji sejuta. Tiga ratus lima puluh ribu kalau perlu – – itu sudah untuk di jalan Allah. Fakir miskinkah, kerabat yang susah kah, kasih orang tua kah. Pokoknya, di jalan Allah. Sepertiganya, Saya kembalikan menjadi modal Saya tambah modal. Sepertiganya Saya gunakan untuk kebutuhan keluarga saya. Ini kalau mau maksimal. Kalau enggak minimal ada yang dikeluarkan. Hadis Bukhari yang lain, kata nabi ﷺ – – يا ابْنَ آدَمَ أنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ "Kau infak dulu.." kata Allah, "Baru Saya infak untukmu." Kita kadang-kadang salah.
Sibuk dengan tabungan. Sekali lagi hari esok itu lain. Boleh di-programin tapi jangan terlalu berlebihan. Kenapa? Kita boleh mempertahankan sumber dana kita, tapi pendapatan yang kita punya hari itu, dimaksimalkan – – dalam sedekah. Pada saat nabi ﷺ mengatakan jihad, Abu Bakar datang membawa apa? Seluruh hartanya. Seluruh harta yang dia miliki hari itu bukan sumber usahanya, bukan. Beliau tetap punya kebun-kebun. Bukan kebunnya dijual. Enggak. Tapi yang ada di kantong yang di rumahnya hari itu satu juta – "Ya Rasulullah (ini)." Semua dikasih.
"Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu hari ini?" Karena sudah terlanjur diminta infak. Tapi bukan berarti tidak ada sumbernya. Ada. Jangan salah paham dengan masalah ini. Harus imbang dalam memahami dengan ilmu yang benar. Tapi infak, akan mendatangkan infaknya Allah kepada kita. Itu pasti. Abdullah Bin Umar رضوان الله عليهم juga dikatakan dalam riwayat sahih kalau beliau tidak dapat orang fakir miskin – – datang ke rumahnya, beliau keluar mencari mereka. Cari mereka untuk diberikan sedekah tadi. Allah Azza Wa Jalla mengatakan dalam surat Al-Baqarah – – urutan dua ayat 254 bunyinya,
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٢٥٤. "Hai orang-orang yang beriman, kalau mengaku mukmin ikutin ini." Keluarkan di jalan Allah. مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ. Kata-kata مِمَّا berarti masuk ke substansialnya. Apapun yang kita dapatkan. Yang kami jadikan sebagai rezeki kalian. مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗ "Sebelum datangnya Hari Kiamat, tidak ada lagi transaksi." Enggak bisa lagi kita kembangkan. Modal atau usaha yang ada. Enggak ada lagi persahabatan enggak ada lagi pertolongan.
Dan orang-orang kafir merekalah orang-orang yang zalim. Kemudian ayat selanjutnya adalah surat Ibrahim. Urutan 14 ayat 31 – 34.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ قُلْ لِّعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خِلٰلٌ ٣١ اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖ ۚوَسَخَّرَ لَكُمُ الْاَنْهٰرَ ٣٢ وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَاۤىِٕبَيْنِۚ وَسَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ ٣٣ وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ ٣٤ Surat Ibrahim urutan 14 ayat 31 – 34. Terjemahannya, قُلْ لِّعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
"Katakan, Hai Muhammad kepada hamba-hamba-Ku yang mengaku beriman…" – – "..tentang keberadaan Allah." يُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ "Jaga salatnya." Yang wajib dan sunnah kerjakan semua. Jangan pilih-pilih. وَيُنْفِقُوْا "Lalu mereka mengeluarkan." مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ ".. dari apa yang telah Kami jadikan rezeki untuk mereka." سِرًّا وَّعَلَ "Sembunyi-sembunyi atau terang-terangan." Kadang-kadang kita سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ di depan umum apa boleh buat, di tengah jalan – – ada fakir miskin lewat dan kita harus kasih. Tinggal kontrol supaya tidak riya saja. Tapi kita disuruh berinfak kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Tentu secara sembunyi-sembunyi lebih baik daripada terang-terangan. Tapi bisa saja terjadi سِرًّا وَّعَلَ. مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خِلٰلٌ ٣١ "Sebelum datang hari tidak ada transaksi dan tidak ada lagi persahabatan." Tidak ada lagi maaf-maafan di situ. Di Hari Kiamat. Sudah terlambat. Orang kalau meninggal belum sempat berinfak – – berharap semua hartanya diinfakkan tidak ada yang ditabung sama dia. Berharap seperti itu. اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ "Yang telah memerintahkan kalian berinfak tadi siapa? Allah yang telah menciptakan seluruh langit.." – "..
Dan bumi." وَاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤ Ini hujan lagi deras "Dan Dialah yang turunkan hujan." Ini yang turunkan hujan sekarang Allah. "Dan Allah yang telah menurunkan hujan dari langit." مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ"Lalu Allah turunkan atau keluarkan dari hujan tersebut buah-buahan sebagai rezeki buat kalian." سَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖ ۚ"Dan Allah juga tundukkan untuk kalian, bahtera-bahtera kalian bisa jalan di atas lautan." Dari mana bisa besi-besi yang kuat, baja itu bisa mengapung di atas air? Kalau kita mengatakan karena kadar garamnya – – tinggi. Padahal bukan. Karena Allah yang mudahkan itu. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mudahkan. Kalau kita katakan karena kadar garamnya banyak, baik.
Kenapa di sungai bisa mengapung? Kan sama saja. Susah memang Allah mengatakan وَسَخَّرَ "Dan Allah tundukkan untuk kalian." الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖ "Agar kapal-kapal kalian bisa berjalan di atas air tersebut dengan izin-Nya." Tentu sekarang banyak orang tidak sadar, kita ini سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ bisa hidup mayoritas itu dari lautan, dari air-air itu. Jadi sampai sekarang, kontainer-kontainer itu jalan dari negara ke negara. Banyak sekali. Dan di lautan itu penuh dengan kapal-kapal yang membawa kebutuhan-kebutuhan manusia. وَسَخَّرَ لَكُمُ الْاَنْهٰرَ ٣٢ "Dan Allah tundukkan juga untuk kalian sungai." Bukan cuman kapal bisa ada di atasnya.
Diambil hasil-hasilnya juga – – dari situ karena kapal-kapal, ada kapal nelayan, kapal barang, banyak semua yang berfungsi itu – – fungsinya itu Allah yang tundukkan. Bisa dikeluarkan batu-batunya dari perhiasan, jadi mahal. Mutiara-mutiara. وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَاۤىِٕبَيْنِۚ "Dan dia juga telah menundukkan ke kalian matahari dan bulan yang دَاۤىِٕبَيْنِۚ terus rutin." Matahari terus terbit pagi, bulan terus kelihatan malam. Terus setiap hari. دَاۤىِٕبَيْنِۚ jadi selalu silih berganti. Allah سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ kasih. Itu luar biasa. Jadi fungsinya banyak. Matahari banyak fungsinya, serta bulan di malam hari. سَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ ٣٣ "Dan Allah juga memudahkan kalian untuk kalian menentukan malam dan siang." "Siang untuk kerja, mencari aktivitas, malam untuk istirahat." وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ "Dan Dia telah memberikan semua yang kalian telah minta." Jadi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kita harus tahu ini permintaan kita misalnya kepada Allah Azza Wa Jalla.
Pada saat kita mengatakan "Ya Allah berikanlah Saya." Pada saat itu pula Allah sudah menentukan waktu penerimaannya." Tinggal tergantung kata ulama bobot permintaan. Waktu Nabi Zakaria minta untuk diberikan anak dari istrinya yang mandul. Di akal manusia tidak mungkin. Bagaimana bisa perempuan mandul melahirkan? Dia berdoa sepuluh tahun, belum dikasih, dua puluh tahun belum dikasih. Karena bobot doanya berat. Minta anak dari istri yang mandul. Bukan dari perempuan yang lain. Allah kasih setelah 70 tahun. Setelah umurnya 100 tahun baru Allah kasih. Dan ada alasan kan, karena Allah ingin menjadikan pelajaran bahwasanya – – tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ada tanggal pasti diterima doa. Kadang-kadang kita buru-buru. Mungkin kita minta – – disembuhin flu, memang Allah mau kita berdoa selama seminggu. Enggak, kita malah tiga hari sudah berhenti. Dapat pahalanya – – tapi enggak dapat hal yang diinginkan. Mau usaha, mau minta dibayarkan hutang, hutang kita sekian banyak – – Allah sudah tentukan, begitu kita minta "Ya Allah, اللَّهمَّ اكْفِني بحلالِكَ عَن حَرَامِكَ، وَاغْنِني بِفَضلِكَ عَمَّن سِوَاكَ Itu kan doa yang paling bagus untuk utang yang terlilit. Lalu kata Ibnu Abbas, "Siapa yang berdoa ini, maka pasti utangnya akan dibayar oleh Allah walaupun memenuhi langit." Jadi kita minta "Ya Allah, cukupkanlah Saya terhadap apa yang Kau halalkan dari yang haram." "Jauhkanlah Saya dari semua selain Engkau untuk bergantung." Baik kita berdoa.
Mungkin pada saat hutang kita sekian banyak, sekian juta Allah سُبْحَانَ ٱللَّٰهِi ingin membersihkan dosa-dosa kita – – sekaligus ingin memberikan jalan keluar untuk mungkin dalam sebulan berdoa. Ada orang tidak begitu, سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ. Baru dua – tiga hari Allah belum kasih. Yaudah enggak usah. Akhirnya ikhtiar dia cuman – – sama manusia saja terus. Hutang lagi sama orang lain, hutang lagi tidak pernah selesai. Enggak pernah selesai. Minta kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى maka akan selesai semua. Allah mengatakan – – وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ "Semua yang kalian minta dikasih." Cuman ada masalah yang nanti kita sebutkan. وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ "Kalau kalian mau hitung nikmat Allah, maka tidak akan pernah kalian bisa hitung." Di tubuh kita ada 360 sendi. Satu sendinya saja, anggap ini jari kita ada tiga sendi. Satu sendinya patah, kalau antum ke dokter berapa biaya ini? Memperbaiki ya, kalau ganti sendi sudah susah. Enggak mungkin. Kalaupun harus diganti, berapa juta biayanya? Ini pernah enggak antum syukuri per sendinya? Ini Alhamdulillah, semua sendi. 360 sendi. Kata nabi ﷺ dalam hadis Bukhari "Dalam tubuh manusia ada 360 sendi yang dia harus bersedekah kepada Allah.." ".. sebagai tanda syukur dan 360 sendi yang sedekah tadi itu bisa tergantikan dengan 2 rakaat salat Dhuha." Keringanan lagi dari Allah.
Kenapa enggak salat dhuha? 2 Rakaat berapa lama? lima menit. Salat. Makanya ini sudah luar biasa. Berapa banyak nikmatnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى? Bisa kita melihat, coba antum tutup mata antum berapa detik saja. Bayangkan kalau antum tutup terus begitu buta gak bisa melihat? Sekarang kita bisa lihat 24 jam, bangun tidur bangun buka sudah langsung kelihatan ini lampu ini kipas – – bisa kelihatan. Pernah enggak antum syukuri itu per detiknya? Kadang-kadang orang masuk ke bioskop untuk – – lihat sesuatu bayar. Antum pakai lihat ini bukan bioskop, tapi fakta. Lihat langit, lihat hujan, lihat manusia, ini bukan film. Enggak bayar, alias gratis. Nafas Alhamdulillah, selesai. Hanya itu saja. Kadang-kadang kita tidak, Tidak bisa kalau menghitung nikmatnya Allah. Kata Allah اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ ٣٤. Ini lagi Muballagah "Sesungguhnya manusia itu لَظَلُوْمٌ." Bukan cuman zalim, tapi لَظَلُوْمٌ betul-betul dia orang yang zalim luar biasa.
Sekarang Saya tanya ikhwah sekalian. Kita jujur bilang, antum setahun tidak sakit. Setahun, tidak pernah sakit. Lalu setelah setahun kita dikasih flu seminggu. Ngeluh enggak? Banyak manusia yang ngeluh. Aduh flu nih. Aduh batuk. Baik, kalau ditanya coba muhasabah diri sendiri; berapa lama antum enggak sakit? Setahun itu tiga ratus enam puluh lima hari. Antum sakit seminggu, anggap lima hari. Kalau kita mau bicara masalah kejujuran, mustinya kita sakit 365 hari juga. Mustinya imbang setahun sehat, setahun sakit. Kerja 30 hari di kantor, dikasih gaji sekian. Hitungnya per hari sekian dikali satu bulan. Kan begitu. Kalau mau secara masuk akal. Tapi tidak, Allah tidak begitu. Didatangkan setahun tidak sakit, tiga tahun tidak sakit – Sakitnya seminggu, sakitnya sebulan, ada orang struk 10 tahun, tapi umurnya sudah 80 tahun.
70 tahun dia sehat. Enggak berimbang. Nikmatnya Allah, لَظَلُوْمٌ manusia ini luar biasa. Semua dipungkiri. Kuping bisa mendengar, semua bisa berfungsi sudah luar biasa. Bahkan kadang-kadang سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ hal-hal yang kita anggap tidak baik di mata kita itu sebuah nikmat yang besar. Seperti misalnya capek, lapar, haus, sehat. Sekarang kalau kita tanya siapa yang mau lapar? Siapa yang mau capek? Siapa yang mau haus? orang pasti enggak mau. Tapi kita lupa سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ – Tanpa lapar, tidak enak kita makan. Tanpa haus, enggak enak kita minum. Tanpa capek, enggak enak kita istirahat. Kalau antum sudah kenyang, dikasih lagi ayam bakar kambing bakar, masih mau makan? Tapi kalau lapar – Nasi sama tempe, enak.
Dan makanan ini ikhwah sekalian, perhatikan baik-baik, jangan terpengaruh dengan – – ragamnya macam-macam. Itu cuma variasi. Semua makanan ikhwah sekalian kalau sudah lewat dengan ini saja – Seperempat jari kita, lewati lidah, antum sudah lupa ayam goreng kah tadi? Ayam bakar kah? Kuah kah? Sudah habis ceritanya. Sudah masuk ke tubuh. Ini saja yang memberikan. Jangan terpengaruh dengan kemasan sehingga ini tidak disedekahkan – Merasa sombong dengan makanannya. Naudzubillah. Apa yang mau disombongkan dengan ini semua. Masuk, hilang semua warnanya. Yang merah, yang biru, sudah lupa. Semua jadi kotoran, warnanya kuning. Hazzakumullah. Ini semua harus dipelajari baik-baik. Siapa yang kalau tidak haus, tidak enak kita minum.
Kalau antum haus, puasa, kemudian sampai buka puasa dapat air – – es itu luar biasa nikmatnya. Sama halnya dengan capek. Kalau antum disuruh tidur dari pagi sampai malam, tidur terus – – jangan bangun. Nanti malam suruh tidur lagi, mau tidur enggak? Enggak mau. Coba kalau antum capek kerja – – terus malam disuruh tidur dua jam aja. Luar biasa nikmatnya. Pernah enggak antum mengucapkan alhamdulillah untuk – – lapar untuk capek untuk haus? Yang ada malah aduh lapar, aduh haus, aduh capek. Coba Alhamdulillah lapar, karena dengan lapar enak makanannya. Kan begitu. Jadi ini harus semua diperhatikan baik-baik.
Manusia itu لَظَلُوْمٌ, manusia itu نعوذ بالله من ذلك, semoga Allah menjaga kita semua ikhwah sekalian dan kaum muslimin tentunya. Jangan sampai kita tidak mensyukuri nikmat Allah. Karena banyak sekali nikmat Allah yang tidak disyukuri. Dan juga كَفَّارٌ ࣖ. كَفَّارٌ ࣖ itu kufur terhadap nikmatnya Allah. Kufur Dia usaha bertahun-tahun, berhasil, sepuluh tahun ada penghasilannya. Allah coba bangkrut. Coba nih baru berapa hari, aduh bangkrut ditipu orang, sudah ribut seperti itu, sudah hancur, kiamat dunia. Oh kalau kita orang mukmin, Allah lagi coba Saya. Berapa tahun Saya nikmati, 10 tahun, oh yasudah.
Dunia masih bisa kita tunggu. Enggak masalah. Mungkin baru berapa hari. Ini InsyaAllah yang Allah keluarkan. Allah kadang-kadang سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ musibah datang itu, Allah mau tarik kita supaya "Saya cintai sama kamu, kembali kepada Saya." Karena beda doa kita kalau lagi musibah, dengan tidak ada musibah. Beda. Kita akan lebih bisa khuyuk lebih bisa nangis – – itu yang mahal. Allah mau kita berdoa begitu. Seperti Saya jelaskan pada saat kita jelaskan materi lalu – – Mutiara Musibah dan Cobaan, sudah Saya titik beratkan masalah itu. Baik kemudian selanjutnya adalah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menjelaskan atau kita langsung pindah ke poin ketiga. Kunci ketiga adalah nikmatin yang halal. Dan Thayyib serta jauhi yang haram. Tentu ini masih ada bahasan banyak kalau kita bicara masalah mensyukuri nikmat Allah dan berinfak. Tapi yang ketiga adalah fokuslah saudaraku kepada ayat yang halal dan Thayyib.
Apa itu Thayyib? Kualitas yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى sudah siapkan dan سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ semua yang halal pasti bagus. Pasti berkualitas. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan dalam surat Al-Maidah urutan 5 ayat 87 – 88. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ ٨٧ وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ ٨٨ "Hai orang-orang yang beriman, jangan kalian haramkan semua yang baik-baik yang telah Allah halalkan untuk kalian." Pilih pacaran, tidak mau nikah. Itu berarti menghalalkan apa yang telah Allah haramkan. Haram enggak boleh berinteraksi dengan lawan jenis berdua khalwat. Enggak boleh. Kenapa enggak boleh? Kenapa harus – – mengharamkan thayyibat, pernikahan yang boleh berduaan. Silahkan halal. Tapi kita lari kepada yang haram. Makanan, pergaulan, ekonomi, transaksi jual beli, berpolitik, membangun negara Islam, semua harus ada sistem yang benar.
لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ "Jangan kalian haramkan yang telah halal." Malah lari kepada yang haram. "Apa yang telah Allah halalkan untuk kalian dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka dengan – – orang yang berlebih-lebihan." "Dan makanlah dari apa yang telah Allah berikan rezeki kepada kalian.." – – "..dengan cara halal." Halal artinya Allah bolehkan saja. Thayyib yang berkualitas. Kata ulama ini tidak bisa pisah ya. Harus halal dan Thayyib. Ada sesuatu yang halal seperti ayam halal, kambing halal, tapi – – kalau sudah rusak, enggak Thayyib. Maka tidak boleh dimakan. Harus halalan Thayyibah. Harus yang Allah bolehkan dan berkualitas. "Kemudian bertakwalah kepada Allah yang kalian kepada-Nya beriman." Juga dalam surat An-Nahl disebutkan – – urutan 16 ayat 114.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ ١١٤ "Makanlah apa yang telah Allah jadikan sebagai fasilitas untuk rezeki buat kalian. Halaln Thayyiban." Dan bersyukurlah atas nikmat Allah sesungguhnya, yang kalian kepadanya, menyembah.
Banyak orang سُبْحَانَ ٱللَّٰ karena ketakutan dengan masalah ini, maka memakan yang halal atau memberikan pada orang lain – – sampai ada pada tingkat membunuh anaknya karena takut miskin misalnya, karena takut memberikan makan kepada mereka. Tidak saudaraku. Jangan pernah berpikir seperti itu karena semua rezeki telah Allah tentukan untuk setiap hamba-Nya. Allah mengatakan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-An'am urutan 6 ayat 151 yang bunyinya – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Ada potongan ayat وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ ۚ "Jangan kalian bunuh anak-anak kalian karena takut miskin." Takut tidak dapat makanan atau terpaksa deh – – Saya makan ini haram karena enggak ada lagi yang lain. Enggak. Allah bisa memberikan. "Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada mereka." Anak-anak itu lahir kita tinggal tahu ikhtiar. Allah yang memberikan rezeki. Juga dalam ayat yang lain dikatakan di surat Al-Isra surat ke-17 ayat 31. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ "Jangan kalian bunuh anak kalian karena takut miskin, Kamilah yang memberikan rezeki kepada mereka.." – – "..
Dan kepada kalian." Dibalik sama Allah ayatnya. Kalau tadi surat Al-An'am dikatakan نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُ. "Kami berikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka anak-anak." Di sini dibalik oleh Allah – نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ "Kami berikan rezeki kepada mereka dan kepada kalian." Artinya pastikan anak-anak kalian bukan kalian – – yang berikan rezeki, Kami yang berikan rezeki kepada mereka. Jadi semua sudah ada rezekinya.
Kata nabi dikatakan dalam hadis sahih "Seseorang tidak akan meninggal dunia, sampai dia menerima semua rezekinya." حتى يستوفى رزقه "Sampai dia terima semua rezekinya." Juga ada kisah, tentu kalau kita mendapatkan rezeki, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menginginkan kita agar menikmati rezeki itu. Tidak boleh dibatasi. Enggak boleh dibatasi. Nikmatin enggak apa-apa. Kita mau beli makanan, beli yang enak. Ada makanan yang seribu dan tiga ribu. Tapi bedanya ini lebih banyak. Lebih bagus. Oke beli yang ini, enggak masalah. Nikmatin. Kita mau beli pakaian, ada pakaian yang 20 ribu ada yang 100 ribu.
Tapi 100 ribu lebih bagus kayaknya. Boleh beli enggak masalah. Itu berarti kita menikmati yang halal. Enggak masalah. Allah halalkan yang penting tidak berlebih-lebihan. ولا تعتدوا …
اعتداء.. Jangan berlebih-lebihan. Beli 100 ribu sudah bagus. Enggak deh, karena Saya gengsi Saya mau beli yang 5 juta. Enggak bisa. Itu tidak namanya. Melampaui batas. Engga boleh اعتداء..ولا تعتدوا … tapi boleh kita nikmatin. Makanya kata nabi ﷺ إنَّ اللَّهَ يحبَّ أن يرى أثرَ نعمتِهِ على عبدِهِ "Allah suka melihat bekas nikmat pada hamba-Nya." Kita makan oh iya halal, bismillah, makan. Nikmat, bagus makanannya bagus. Bumbunya segala macam. Enggak masalah itu bagus. Itu enggak masalah. Nikmatin pakaian. Memilih pasangan yang baik, yang sempurna, bisa.
Enggak ada masalah. Itu boleh saja sambil minta kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Jadi boleh. Makanya Abu Hanifah رحمه الله pernah dalam majelis beliau – – ada seseorang yang ikut dalam majelis ilmu, setelah bubar semua masih ada dia. Orang ini rambutnya berantakan enggak disisir. Bajunya kotor, penampilannya seperti orang yang susah sekali. Abu Hanifah berkata – – Pergilah ke mihrab sana, angkat sajadah Saya, ambil apa yang ada di bawahnya. Dia ke sana ditemukan di bawah sajadah Abu Hanifah ada 500 Dirham.
Dibawalah sama dia uang itu – – Ke Abu Hanifah, "Ini ya Imam." Dia pikir Abu Hanifah cuman minta tolong. Kata Abu Hanifah "Ambilah, perbaiki kehidupanmu." Kata orang itu, "Saya orang kaya wahai imam." Lalu kata Abu Hanifah kalau begitu mana kamu dari Sabda nabi ﷺ – – إنَّ اللَّهَ يحبَّ أن يرى أثرَ نعمتِهِ على عبدِهِ "Allah sangat suka melihat bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya." Jadi kita boleh. Dan ketahuilah poin penting di sini, Allah Azza Wa Jalla kalau memberikan rezeki, saudaraku, tanpa batas.
Tidak ada batasnya. Kita minta satu, Allah kasih sepuluh. Itu banyak sekali yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kasih. Dan Allah mengatakan dalam Al-Qur'an, dalam surat Al-Baqarah urutan 2 ayat 212. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِي
وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٢١٢ Allah kalau berikan rezeki itu tanpa hisab. Enggak ada kalkulatornya. Enggak ada hitung-hitungannya. Hisab dan tidak ada hitung-hitungannya. Enggak ada batasnya. Sekali kita berdoa Allah kasih, sepuluh tahun kita akan dapat nikmat. Bukan lagi cuman hari itu kita dapat nikmat, tidak. Sekali disembuhin, sembuh sampai 5 tahun enggak sakit. Terus Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kasih tanpa hisab. Enggak ada batasnya. Dikasih makan, kita syukuri Alhamdulillah. Sampai kita meninggal, – – kita rasakan nikmat terus makanan itu.
Maka itu, tanpa ada batasnya. Kata Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى juga dalam ayat yang lain, surat An-Nur urutan 24, ayat 37-38. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِ ۙيَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُ ۙ ٣٧ لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٣٨ Ada orang-orang kata Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang tidak bisnisnya dan transaksi jual-belinya – - jabatannya, kedudukannya di dunia tidak akan membuatnya lari dari ذِكْرِ اللّٰ. – dan mendirikan salat. Buka toko, azan tutup. Lagi ngajar berhenti, salat. Salat dulu. Lagi apa saja kegiatan tinggalkan. Tinggalkan semua. Jadi لَّا تُلْهِيْهِمْ artinya "Tidak memengaruhi mereka." Kemudian tidak memengaruhi dari ذِكْرِ اللّٰهِ, mendirikan salat, mengeluarkan zakat, jadi mereka dapat gaji, dapat penghasilan – – dan tidak lupa dengan zakatnya. Mereka takut pada hari di mana, hati-hati manusia dan mata mereka terbalik fungsinya. Jadi karena takutnya hari kiamat, orang jadi buta matanya. Susah. Atau hatinya pun bisa melihat seperti matanya bisa melihat. Itu bisa terbalik semua pada hari kiamat. Orang luar biasa karena dahsyatnya. Lalu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan – – لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ
"Dan Allah akan memberikan balasan terbaik apa yang mereka lakukan." Dan Allah tambah lagi plus plus. وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٣٨ "Allah memberikan rezeki kepada siapapun dan .." – – "..
Tidak ada hisabnya." Kemudian termasuk saudaraku adalah yang poin keempat memperbanyak istighfar. Memperbanyak istighfar. Ini penting sekali. Istighfar ini tidak ada batasnya. Artinya betul-betul sangat luar biasa – – untuk diamalkan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan tentang nabi Nuh عَلَيْهِ السَّلَامُ dalam surat Nuh ayat 10 – 12. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ ١٠
يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ ١١
وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ ١٢ "Maka Aku katakan kepada mereka." Kata Nuh "Mohon ampunlah kamu kepada Rabb-mu karena seringkali rezeki – – tertahan juga tidak bertambah, atau tidak bertahan karena adanya dosa. "Sesungguhnya dia Allah yang Maha Pengampun.. – – ".. niscaya Dia dengan istighfar akan mengirimkan hujan kepadamu yang lebat. Dan kita sudah jelaskan fungsi-fungsi hujan dan memperbanyak harta serta anak-anakmu dan mengadakan untukmu – – kebun-kebun juga mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai. Jadi bisa saja di dalam kebun itu – – akan mengalir air yang airnya mempermudah seseorang untuk bisa mendapatkan lebih manfaatnya. Kemudian telah datang kepada Hasan Basri رحمه الله tiga orang. Yang satu mengatakan "Imam, Saya sudah lama sakit." "Tapi tidak pernah sembuh." "Saran Anda apa?" Kata Imam Hasan Basri رحمه الله "Beristighfarlah." Lalu datang orang kedua mengatakan – "Wahai imam, Saya sudah lama menikah tapi tidak punya keturunan." Kata Imam Hasan Basri رحمه الله – – beristighfarlah." Berarti orang-orang ini sudah ikhtiar.
Kemudian yang ketiga, ada orang mengatakan "Wahai Imam.." – – "..Saya sudah kerja tapi tidak pernah kaya seperti si Fulan." Ditunjuk orang kaya tersebut. "Apa saran Anda?" Kata beliau "Beristighfarlah." Pulanglah mereka semua. Satu orang bertanya kepada Hasan Basri berkata – "Wahai Imam Hasan, kenapa Anda berkata begitu?" Kenapa cuma istighfar? Lalu dibacakanlah firman Allah surat Nuh ayat 10 – 12. Kemudian juga ada surat Hud ayat 52 yang berbunyi. Nabi Hud berkata kepada kaumnya – – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ ٥٢ "Dan Dia berkata.." Surat Hud ayat 52 "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu." "Lalu bertaubatlah kepadanya niscaya.." Apa manfaatnya? "Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras – – untukmu." Artinya untuk mendapatkan banyak rezeki. Kemudian dan dia akan menambahkan kekuatan atas kekuatan-kekuatan kalian. Ternyata istighfar bisa memberikan manfaat – – kekuatan fisik. Kata sebagian ulama tafsir, bisa menyembuhkan penyakit. Bisa menguatkan semangat yang sudah lemah. Itu istighfar. Zikrullah ini banyak manfaatnya. Makanya pernah juga dalam – – riwayat lain dikatakan Fatimah datang kepada nabi ﷺ dan berkata "Ya Rasulullah, waktu itu kebetulan ada banyak budak-budak.
Hasil rampasan perang. Kata Fatimah, "Ya Rasulullah berikan Saya satu untuk membantu Saya." Ini lihat tangan beliau pecah-pecah, karena mencuci bajunya suaminya dan anaknya Ali dan Hasan Husein. Kemudian masak bersihin rumah sendiri, tangannya banyak pecah-pecah. Apa kata nabi ﷺ? Tidak dihadiahkan pembantu atau budak. Kata nabi ﷺ "Wahai Fatimah, maukah Saya tunjukkan kau amal – – yang lebih baik daripada pembantu? Tahu apa yang dikatakan oleh nabi ﷺ bacalah subhanallah 33x, alhamdulillah 33x – – Allahu Akbar 33x. Kira-kira kalau kita pikir apa hubungannya antara butuh pembantu dengan zikir ini? Kata ulama hadis banyak sekali manfaatnya. Orang kalau sudah malas bekerja, coba baca 33x masing-masing. InsyaAllah akan semangat lagi. Zikrullah memiliki luar biasa. Jadi Allah sudah menciptakan tubuh kita ini, kalau lisan kita – – mengucapkan zikrullah, itu seperti sebuah sinyal listrik yang sangat luar biasa di tubuh kita.
Memberikan semangat, mengusir setan, dan seterusnya, banyak sekali manfaatnya. Maka Allah mengatakan "Dan dia." Kata nabi Hud "Akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan kalian." "Dan jangan lah kalian berpaling lalu kemudian kalian berbuat dosa." Dan juga dalam hadis, dikatakan hadis riwayat – Disebutkan hadis yang sahih, tidak disebutkan secara khusus riwayatnya, tapi umumnya disebutkan riwayatnya. Ini disebutkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud dalam bab Qiyyamul Lail. Dan juga disebutkan dalam Sunal Qubra, dengan sanad yang sahih semuanya. Kata Rasulullah ﷺ barangsiapa yang sering membaca – – istighfar rutin, niscaya Allah akan menghilangkan segala kegundahannya dan kesusahannya. – serta dikaruniakan kepadanya rezeki yang tidak diduga-duga. Jadi ini adalah memperbanyak istighfar dari manfaat tadi itu. Kemudian ada juga poin-poin lain, karena melihat waktu – – Saya ringkaskan yang kelima adalah bertakwa kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Bertakwa kepada Allah. Dan ini sudah jelas dalam surat At-Talaq ayat 2 – 3. Di mana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى "Bertakwalah." Bertakwa ini artinya mengikuti semua yang Allah perintahkan, meninggalkan semua yang Allah larang. Mengerjakan semua yang wajib dan Sunnah, dan meninggalkan semua yang haram dan makruh. Itu takwa. Jadi harus dipahami ini ya. Takwa itu artinya mengerjakan semua yang Allah perintahkan yang wajib – – dan sunnah, dan takwa termasuk meninggalkan semua yang haram dan yang makruh.
Makruh pun ditinggalkan sama dia. Enggak dikerjain. Itu takwa. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan surat At-Talaq ayat 2 – 3. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢..
"Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah – – akan berikan kepadanya مَخْرَجًا ۙ. مَخْرَجًا ۙ itu orang Arab bilang kamusnya, kalau مَخْرَجًا ۙ artinya sesuatu tempat untuk – – keluar tapi bukan keluar saja jalan, tapi apa saja yang sedang dihadapi jadi jalan keluar. Seperti misalnya, contoh biasanya pintu darurat di hotel-hotel kalau antum lagi umrah, lihat tertulis مَخْرَجًا. Orang Arab juga mengatakan مَخْرَجًا itu kalau biawak mau keluar dari lubangnya, dan dia berhasil keluar – – dikatakan مَخْرَجًا tempat keluarnya itu. Kalau diberikan kamus orang Arab itu مَخْرَجًا orang yang tadinya jalan sempit – – enggak bisa bergerak, kemudian dia bisa dapat jalan luas maka dia bisa lari. Itu namanya dia dapat مَخْرَجًا. Allah mengatakan apa? Siapa yang bertakwa nikmati yang halal, kerjakan semua perintah yang wajib dan sunnah – – dan meninggalkan yang haram dan makruh, maka Allah akan berikan مَخْرَجًا. Artinya jalan keluar yang sangat luas – – dari masalahnya kemudian, وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ "Dia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ Tentu kalau Saya pasangkan takwa dan tawakal itu satu, ya.
Dipasangkan oleh Allah dan tidak bisa dipisahkan. Tawakal artinya mengembalikan urusan kita setelah berikhtiar atau berupaya. Jadi ini sama-sama. "Siapa yang bertawakal kepada Allah, setelah dia berusaha bertakwa, kemudian dia serahkan kepada Allah.." – – فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ "Allah akan jadi pencukup baginya." اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
"Dan sesungguhnya, Allah telah menyampaikan apa-apa yang kalian butuhkan." ".. dan juga Allah telah menentukan segala sesuatnya.." قَدْرًا ٣ "Ukuran-ukurannya." Kemudian termasuk yang keenam adalah menjaga silaturahim.
Tentu ini dalilnya cukup banyak ya dan Saya sarankan kalau antum punya kelebihan rezeki bisa beli buku ini – Doktor Fadhol Ilahi "Kunci Sukses Memperoleh Rezeki." Kalau yang poin yang sedikit Saya tambahkan – – tadi itu dari sini. Tapi yang dari awal Saya jelaskan itu tulisan Saya sendiri yang Saya coba susun. Tapi Saya lihat buku ini juga cukup banyak mengangkat dalil-dalil yang mungkin Saya belum angkat dalam tulisan tadi. Baik, kemudian yang tadi Saya katakan adalah silaturahim dan ini sangat jelas sebentar Saya lihatkan – – dulu. Tentu ada sebuah hadis yang sahih riwayat Imam Ahmad yang berbunyi, "Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, – – dan dipanjangkan umurnya, maka dia bersilaturahim." Jadi hadis itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam sahih bukhari yang berbunyi – – مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka dia menyambung hubungan silaturahim." Dan silaturahim ini, saudaraku, istilah yang digunakan untuk orang yang punya turunan hubungan darah.
Jadi salah kalau ada orang bilang Saya mau silaturahim ke rumah teman Saya. Salah bahasanya Bukan silaturahim itu. Itu artinya silah ukhuwah, bisa saja begitu. Memang untuk membangun ukhuwahnya. فَلْيَصِلْ رَحِمَه artinya yang punya hubungan darah. Kadang-kadang kita salah paham. Menziarahi saudara kita yang seiman itu pahalanya sendiri lagi, masa ukhuwah, beda. Tapi kalau kita menziarahi – – yang punya hubungan kerabat, hubungan darah, itu lain. Pahalanya lebih besar. Itu namanya silaturahim. Jadi ini maksudnya adalah silaturahim. Makanya Saya sering bahasakan yang lalu, Saya juga sempat bahasakan – Silaturahimlah saudaraku walaupun dengan satu menit sehari. Yang masih punya orang tua hidup – – telepon mereka. Tanyakan kabar. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ apa kabar Ayah dan Ibu? Satu menit saja. Pakai stopwatch kalau perlu. Hanya sekedar itu tanya kabar, gini ada perlu apa-apa baru kemudian kita tutup. Mungkin kerabat sepupu yang punya – – hubungan darah. Kita telepon tanya kabar anaknya sehari. Luangkan lima menit. Berarti satu menit satu orang – – berarti lima orang kita bisa satu hari. Berarti sudah cukup dapat penyebab daripada dipanjangkan umur dan juga – – diluaskan rezeki dan dimaksud dengan panjang umur di sini bukan berarti umurnya 60 Allah tentukan bertambah.
Kata ibnu Taimiyyah رحمه الله "Allah berkahi umurnya." Artinya dipanjangkan keberkahan umurnya." Jadi kalau tadinya orang 60 ada yang tidak pernah silaturahim dengan orang yang silaturahim, maka – – 60 tahunnya yang silaturahim ini lebih banyak yang dia bisa kerjakan ibadah, daripada orang yang 60 tahun tidak pernah – – silaturahim. Kemudian juga dalam hadis yang lain dikatakan – مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. Ini juga hadis riwayat Bukhari hampir sama dengan riwayatnya. "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya.." – – "Dan dipanjangkan umurnya." Kalau tadi kan itu disambungkan, dipanjangkan umurnya maka dia sambungkan silaturaim. Mungkin di sini, melihat waktu sudah tidak bisa.
Saya ringkaskan langsung kita masuk ke poin setelahnya, yaitu – – masalah.. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ لله والصلاة والسلام على رسول الله Jadi Saya kuatkan kembali salah satu poin yang akan mendatangkan rezeki adalah haji dan umrah. Dan itu sesuai dengan sabda nabi ﷺ dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah – – dan Ibnu Hibban dengan sanad yang sahih bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda – – تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ "Sertakanlah selalu ibadah haji dengan umrah. Artinya lakukanlah secara berkesinambungan – – setelah umrah, umrah lagi. Setelah haji, haji lagi. Selama ada kesempatan. Karena sesungguhnya kedua ibadah tersebut – – dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana api menghilangkan karat dari besi – – emas dan juga perak.
Sedangkan haji yang mabrur ganjarannya adalah surga. Jadi hadis ini menjelaskan kepada – – kita tentang salah satu sumber rezeki yang utama adalah haji dan umrah. Dan ini tidak ada keraguan di dalamnya. Makanya setiap kali orang haji dan umrah pasti akan mendapatkan – – banyak sekali pintu rezeki dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang penting asal niatnya karena Allah maka InsyaAllah akan – – otomatis rezekinya dibukakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Jadi kalau ada yang bertanya apakah Saya harus mengulangi umrah – – setelah umrah, atau haji setelah haji? jawabannya iya. Atho’ bin Abi Rabbah itu beliau umrah atau haji selama – – selama 70 tahun. Sementara umur beliau 100 tahun. Berarti beliau 70 kali haji setiap tahunnya selalu ada. Dan Salamah Bin Dinar رحمه الله ulama Tabi'in yang lain berkata – – "Saya wasiatkan kepada kalian agar jangan pernah tidak hadir di tempat dan waktu di mana Allah ingin kamu hadir." Jadi Azan salat. Maka kita selalu ada di saf pertama. Ada kesempatan sedekah paling pertama. Haji umrah palnig pertama. Selalu ada di saf pertama dan kita berusaha minta kepada Allah ﷺ agar dimudahkan untuk mendapatkan itu. Jadi bukan mustahil.
Jadi salah kalau ada orang mengatakan "Saya tidak ada uang untuk berangkat umrah atau haji. Itu alasan dia secara manusia. Masuk diakal. Tapi dia bisa minta kepada Pemberi Rezeki – Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Dia mengatakan "Ya Allah mudahkanlah untuk Saya berhaji," Berapa banyak orang miskin yang tiba-tiba haji? Karena doanya kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Tiba-tiba umrah karena doanya kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Bisa umrah karena doanya kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan memang bisa saja bukan dari biaya dia. Mungkin dibiaya orang lain. Maka tetaplah dia dianjurkan untuk meminta kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Sang Pemberi Rezeki. Jadi kata beliau رحمه الله "Jangan kau hadir di tempat dan waktu di mana Allah ingin kau hadir dan jangan pernah.." – – "..kau hadir di tempat dan waktu di mana Allah tidak ingin kau hadir." Tempat kemaksiatan, maka jangan pernah ada di situ.
Sehingga memang tidak ada celah di mana kita akan dihisab Allah – – سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dalam masalah maksiat tadi. Hadir saja. Dalam hadis yang lain dikatakan majelis ilmu atau majelis zikir majelis ibadah, itu ibaratnya – – seperti penjual minyak wangi. Kalau kau cuman lewat minimal kau akan mendapatkan bau wanginya. Kalau mampir – – maka minimal akan bisa membeli atau mendapatkan hadiah darinya. Jadi kalau nyium minyak wangi, kan. Minimal kita lewat saja sudah cium bau wangi. Majelis ilmu, para majelis orang-orang saleh, maka yang kita dapatkan adalah kebaikan-kebaikan. di antaranya paling tidak kita dengarkan kalau lewat di majelis mereka Sababul Nuzul Ayat, Sababul Wurud Hadis. Ulama berkata begini ada sebuah kejadian atau Sirah di dalam sejarah seperti ini. Beda kalau majelis Su' majelis yang buruk. Makanya nabi ﷺ mengatakan minimal kalau lewat dapat bau wangi seperti dapat sesuatu yang bermanfaat, seperti – – minyak wangi.
Lewat tokonya dapat minyak wangi atau bau wanginya. Kalau kita masuk bisa belanja bisa juga mendapatkan – – bisa juga mendapatkan hadiah. Perumpamaan majelis Su' majelis yang buruk, penuh dengan kemaksiatan adalah seperti – مجلس السوء.. نافخ الكير.. jadi seperti peniup kotoran api yang ada di arang. Kir itui seperti kipas, kalau kita di Indonesia kipas, tapi kalau bahasa Arabnya itu seperti pompa. Jadi kir itu seperti ada bulatan dua lapis bawah atas dari kayu, di tengah-tengahnya ditaruh karet – – kiri-kanannya kemudian ada pemegangnya bawah-atas. Di ujungnya ada sesuatu yang panjang. Mengeluarkan angin. Jadi dipompa. Nanti itu akan ditiupkan ke arang. Kalau kita di Indonesia mungkin dikipas. Kalau ini engga, tapi ditiup. Itu namanya kir. Sampai hari ini masih dipakai sama orang Arab di Madinah.
Dari zaman nabi ﷺ. Kata nabi ﷺ majelis su itu seperti orang yang mengipas tadi. Membuat angin keluar dari Kirnya, sehingga kalau kau lewat di depannya minimal kau akan tercium bau busuknya. Atau terkena asapnya. Tapi kalau kau mampir di situ tetap diam di depan arang itu maka otomatis – – arang itu akan membakar bajumu. Jadi seperti itu perumpamaannya. Makanya kita di sini selalu hadir di tempat-tempat – – yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى perintahkan kita untuk hadir di sana. Di antaranya haji dan umrah. Saya pernah duduk dengan salah satu jemaah Saya pada saat umrah. Saya tanya kebetulan sekamar sama Saya. Bapak umrah ini biayanya berapa? Waktu itu kebetulan bintang 5 semua. Ya sekitar 30 juta ustaz. Baik. Mari kita hitung-hitungan – – Saya bilang, coba kita hitung-hitungan supaya bapak bisa tahu bahwasanya itu tidak ada apa-apanya yang dikeluarin.
Dan itu infak di jalan Allah. Serta haji dan umrah akan mendatangkan rezeki. Kita hitung misalnya salat di masjidil haram Mekkah. Haram Mekkah itu salatnya sama dengan 100 ribu kali dibanding – – tempat lain. Sebagaimana sabda nabi ﷺ salat di masjidku ini seribu pahalanya dibandingkan tempat lain – – dan salat di Masjidil Haram Mekkah, seratus ribu dibandingkan di masjid atau tempat-tempat yang lain. Kalau kita hitung seratus ribu, berarti sama dengan seratus ribu hari. Karena setiap salat sehari cuma satu kali. Misalnya Zuhur cuma satu kali, Azhar cuman satu kali.
Berarti kalau seratus ribu kali lipat sama dengan seratus ribu hari. Jadi salat Zuhur di Masjidil Haram Mekkah – – satu kali sama dengan seratus ribu hari, seratus ribu kali salat Zuhur di Indonesia. Kalau kita hitung seratus ribu hari, dibagi satu tahunnya 365 hari, itu akan keluar kurang lebih 297 tahun. 297 tahun. Kalau kita salat di Mekkah, satu kali Zuhur sama dengan 297 tahun salat Zuhur di Indonesia. Atau di mana saja di manapun di muka bumi ini. Itu kalau salat sendiri. Kalau salat berjamaah? Dikali 25 kali lipat. Berarti 297 dikali 25 itu bisa 6 ribu tahun sekian. Jadi satu kali kita salat zuhur di Haram Mekkah – – sama dengan 6 ribu tahun sekian. Kalau berjamaah di Negeri lain. Itu bukan hal yang ringan. 6 ribu tahun. Umur kita aja enggak mungkin sampai itu.
Umur kita paling tinggi 60 tahun. Sebagaimana sabda nabi ﷺ – – "Umur umatku 60 sampai 70 tahun dan sangat sedikit yang melampaui itu." Jadi luar biasa. Belum lagi, diangkat 27 derajat. Kata Ibnu Abbas رضي الله عنه "Satu derajat yang setelahnya adalah 500 tahun jaraknya." Berapa banyak fadilah. Baik, Saya anggap satu hari saja kita di Mekkah. Kita mendapatkan salat, satu salat saja. Zuhur saja misalnya, atau Azhar saja atau subuh saja, atau Maghrib dan Isya saja. Salah satunya, kita dapat misalnya. Kita keluar dari Mekkah sama dengan salat berjamaahnya. Itu sama saja dengan enam ribu tahun salat di tempat lain. Satu salat saja tiga bayar 30 juta, itu tetap enggak ada nilainya. Bagi saja enam ribu tahun. Itu enam ribu tahun bukan waktu yang sedikit. Satu tahunnya 365 hari. 365 dikali 6 ribu. Berapa ratus tahun milyaran hari berarti kita salat. Kalau kita bagi dengan 30 juta tidak ada nilainya sama sekali. Kalau seseorang muslim sudah niat ditabung – – jadi kalau terkumpul setiap hari misalnya 50rb seratus ribu, dua puluh ribu, 10 ribu, tergantung niat dia.
Dia niatkan untuk ibadah, InsyaAllah, Allah akan Mudahkan dia bisa haji sebelum meninggal. Atau umrah dia bisa lakukan berulang-ulang kali. Maka ini termasuk yang membuka rezeki kita. Makanya ada yang pernah tanya Saya "Ustaz, Saya mau bersedekah atau Umrah. Mana yang Saya dahulukan?" Saya katakan umrah, karena umrah akan membuka pintu rezeki. Dan nanti Anda bisa sedekah juga setelah itu. Baik. Saya punya utang, Saya bayar utang dulu atau umrah dulu? Sementara Saya tanya utang Anda ini Anda yakin bisa bayar enggak? Oh bisa ustaz, cuma nunggu waktu saja.
Ada satu sumber yang pasti Saya temukan di akhir bulan misalnya dari gaji Saya. Ini kebetulan Saya dapat warisan Saya mau umrah. Karena kalau tidak umrah sekarang Saya tidak bisa umrah – – dengan orang tua Saya misalnya. Baik dahulukan umrah. Kecuali Kita tidak tahu ada sumber lain atau tidak. Maka bayar utang dulu baru umrah. Tapi yang jelas di sini umrah termasuk bagian daripada rezeki yang terbuka. Kemudian juga hijrah di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan ini sudah dalilnya dari surat An-Nisa ayat 100 yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan – – أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ۞ وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗ… "Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah itu luas." Dan rezeki yang sangat banyak. Dalam ayat Al-Qur'an yang lain dijelaskan bahwasanya ada sebagian penghuni neraka – – nanti masuk ke neraka itu disebabkan karena mereka tidak bisa ibadah. Mereka bukan tidak mau – – mereka bisa ibadah, tau hukumnya, tapi mereka tidak bisa lakukan. Kenapa? Karena ditempat mereka tinggal – – itu mereka dikekang tidak bisa ibadah. Seperti banyaknya orang-orang Islam yang tinggal di negara-negara – – kafir.
Atau mereka sengaja bertahan di tempat kerja yang melarang mereka salat. Enggak boleh. Banyak teman-teman kita yang kerja di Jepang, itu alasannya bertanya sama Saya.. – – ".. Ustaz Saya tidak diizinin salat." Saya tanya "Kalau bapak ke kamar mandi bisa enggak?" "Bisa". "Berapa menit bapak pakai?" "Berapa menit saja tidak masalah, sepuluh menit setengah jam tidak masalah oleh perusahaan." – Karena ke kamar mandi. "Baik. Sama waktunya. Kalau perlu tidak usah pamit. Bilang mau salat." Kalau tidak ditanya yasudah keluar saja, cari tempat salat, salat sendirian.
Yang penting jangan ketinggalan. Dan jauh lebih aman kalau tidak sama sekali berhubungan dengan mereka. Makanya kata nabi ﷺ – – أنا بريءٌ من كلِّ مسلمٍ يقيمُ بين أظهرِ المشركين "Saya berlepas diri siapapun dari kaum muslimin yang hidup di antara orang-orang musyrik." Jadi Saya selalu sarankan, makanya kita harus hijrah meninggalkan tempat-tempat yang tidak bisa beribadah. Kata Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tentang penghuni neraka "Malaikat bertanya apa yang membuat kalian masuk ke dalam api neraka?" Lalu mereka mengatakan "Kami enggak bisa beribadah." Kata para malaikat apa? ألم تكن أرض الله واسعة "Bukankah buminya Allah luas kalian bisa hijrah? Kalian bisa cari tempat-tempat yang baik?" Tempat kerja enggak bisa ibadah, pindah tempat kerja lain. Allah pemberi rezeki, bukan manusia. Negara kita terganggu enggak bisa beribadah, pindah ke negara lain sebagaimana Allah katakan tadi di surat – – An-Nisa. "Siapa yang mau hijrah niat, Allah akan berikan tempat yang luas dan Allah akan bukakan rezeki – – dari tempat yang luas juga." Jadi wa sa'ah dan banyak rezeki yang akan didapatkan. Saya pernah ditanya oleh salah seorang anak muda. Kemudian waktu itu dia kerja dengan Saya – – dia tanya "Ustaz, Saya mau rencana berangkat ke Australia." Saya tanya "Kenapa antum mau berangkat ke Australia?" "Ya karena di sana gajinya lebih besar." Sisi lain apa? Ternyata dia enggak mau ungkapin tapi Saya bilang – – "Mungkin karena namanya Australia, gengsi." Menganggap bahwasanya negara orang-orang barat.
Atau misalnya kerja di Amerika, kerja di negara-negara kafir. Saya bilang anggaplah seperti itu. Dia bilang iya ustaz. Baik mungkin juga di sana salah satu yang membuat dia gengsi selain memang selain suku Melayu – – artinya mereka orang-orang Barat. Juga karena mungkin adanya salju adanya kehidupannya mereka, makanannya – – karena burger, keju, dan segalanya. Dia bilang iya benar ustaz. Baik. "Antum mau dengar saran Saya?" Dia bilang "Iya.." Baik. "Saya sarankan begini. Jangan berangkat." Alasannya banyak di antaranya adalah – – antum dilahirkan di Indonesia, Indonesia ini.. Saya pribadi sudah beberapa kali ke beberapa negara berangkat – – tidak ada Saya temukan di negara lain seperti negara kita ini. Walhamdulillah." Kita bersyukur bisa lahir di Indonesia. Terlepas daripada kita suku Melayu, keturunan Arab atau Cina kah – – pokoknya dilahirkan di Indonesia sebuah nikmat yang luar biasa.
Alasan yang pertama, Indonesia ini berada di garis khatulistiwa. Cuacanya paling panas 37 derajat, paling dingin 27. Negara-negara lain, termasuk yang tadi Saya katakan misalnya Australia ada negara yang ada turun salju – – apa yang mau dibanggakan dengan salju? Karena enggak ada di Indonesia, kalau salju turun enggak bisa jalan mobil. Enggak bisa keluar rumah, harus pakain yang tebal. Untuk apa? Penyiksaan diri. Orang yang punya salju pun di negara itu – – berharap kalau dia bisa pergi ke negara yang tidak ada saljunya. Kenapa kita harus tergila-gila dengan salju itu? Ambil saja es batu diparut, pegang, sama saja. Tapi itu malah enggak bisa orang jalan. Apa yang mau dibanggakan? Cuaca kita berbeda. Punya kelebihan sendiri. Alhamdulillah. Saya waktu masih kuliah di Madinah, itu luar biasa. Kadang-kadang kalau musim panas panas panas sekali sampai 50 – 55 derajat. Bibir pecah-pecah, kaki pecah-pecah, susah keluar juga panas luar biasa. Kalau musim dingin, dingin sekali sampai 5 derajat – – sampai pernah satu tahun kami di sana itu itu pernah turun salju, bukan salju tapi es batu, seperti es batu bola bulat – – seperti yang biasa kita pakai untuk minuman, itu jatuh dan menghantam kaca-kaca mobil.
Akhirnya – – banyak yang rusak mobil-mobilnya orang. Kadang-kadang kalau kami mau tidur itu, selimutnya didudukin dulu. Biar hangat baru bisa dipakai tidur. Kalau enggak, kaya nusuk-nusuk di badan. Alhamdulillah di Indonesia mau pakai selimut – – Enggak pakai selimut bisa. Enggak ada masalah dengan cuaca. Sisi makanan. Kita sudah terbiasa makan-makanan yang – – di sini Allah mudahkan. Itu kan dan sangat murah kita bisa beli tempe dan tahu bisa makan sayur asam.
Makanan yang sudah biasa. Kalau kita di negara orang, yang kita tidak terbiasa dengan makanannya maka akan terganggu. Apa yang mau dibanggakan dengan burger? Apa yang mau dibanggakan dengan keju? Toh semua bisa didapat – – di negara kita. Tapi adaptasi dengan makanan itu enggak gampang. Tidak gampang itu sangat sulit. Adaptasi sisi lain – – juga pergaulan kehidupan masyarakat, umumnya semua pendatang itu biasanya dianggap remeh oleh orang yang punya tempat. Nanti dianggap oh pendatang, oh begini. Berapa banyak kerabat Saya yang kerja sampai sekian tahun – – lebih dari 10 tahun 15 tahun kerja di Amerika, kerja di restoran pulang ke Indonesia enggak bisa buat apa-apa juga. Beli rumah ya beli rumah umumnya kalau dia seperti kerja lima belas tahun di Indonesia – – InsyaAllah sudah bisa bangun rumah yang sama.
Dengan 140 meter misalnya. Bisa saja. Kenapa harus paksakan diri gitu kan? Jadi banyak sekali hal-hal yang harus jadi bahan pertimbangan. Dan dari sisi yang lain juga, walau dikatakan gajinya tinggi, kita hitung. Karena masalahnya teman-teman – – yang berangkat ini menggunakan kurs dolar ke rupiah. Oh Saya terima sekian, 1000 dolar misalnya. Oh berarti di atas 10 juta kalau pakai US dolar misalnya. Oh berarti gajinya besar ya, di Indonesia kerja gajinya cuman dapat – – 2 juta misalnya. Baik. Sekarang 10 juta dia tidak perkirakan dan hitung memang? Berapa sewa apartemen di sana? Berapa ongkos – – ongkos hidup? Itu juga akan habis, karena besarnya atau mahalnya biaya hidup. Kita kadang-kadang kalau – – kos-kosan kalau tempatnya kecil masih bisa 300 ribu, 400 ribu per bulan. Masih terjangkau semuanya. Masih bisa. Dan yang paling penting tidak kalah penting ini yang jadi bahasan adalah – Leluasa beribadah di Indonesia yang tidak bisa kita lakukan di negara-negara yang non-muslim. Tentu kalau ke negara Islam berbeda. Tapi kalau negara non-muslim maka sama sekali Saya sarankan untuk – – tidak pergi. Kita di sini Alhamdulillah antara gang ke gang masjid semua. Mau salat tinggal mampir. Azan tinggal mampir pakai motor atua pakai jalan kaki atau mobil setiap saat.
Bahkan Saya katakan salah di Indonesia ini – – kalau ada orang yang ketinggalan salat jum'at atau ketinggalan salat wajib. Di mana-mana masjid. Kemairn Saya kumpul sama teman-teman pengurus masjid Al-Ikhlas di Jati Padang Jakarta Selatan. Dia bilang "Ustaz tahu data masjid di Jakarta Selatan kami kumpulin." Masjid Al-Ikhlas ini kirim tim. Itu Jakarta Selatan saja – – masjid sama mushola jumlahnya 2.300. Jumlahnya. Antara gang ke gang ada masjid, ada mushola banyak. Maka leluasa ibadah. Inilah yang kata ulama tafsir dalam ayat tadi.
Malaikat bertanya kepada penghuni neraka – – "Kenapa kalian masuk ke dalam neraka." Mereka mengatakan "Kami dulu مستضعغين في الأرض…. ألم تكن أرض الله واسعة…kami lemah dulu." Kami enggak bisa ibadah. Tapi mereka tahu hukumnya. Kami kerja di satu tempat, enggak bisa, kami enggak bisa makan – – kalau enggak dapat gaji dari mereka. Jadi terpaksa. Kata malaikat apa? ألم تكن أرض الله واسعة "Bukankah bumi-Nya Allah luas? Kalian bisa hijrah? Bukankah tempat kerja banyak? Allah memberikan rezeki semut di lubangnya kok." Kenapa harus bertahan? Dan Saya terus terang.
Salah satu di antara teman-teman dai yang sangat kagum dengan pendapatnya – – Syekh Albani رحمه الله berhubungan dengan teman-teman kita di Palestina. Beliau satu-satunya ulama yang menyebutkan – – fatwa ini. Kebetulan ada satu buku beliau itu fatwa-fatwa Syekh Albani. Saya kebetulan yang mengedit terjemahannya. Yang diterbitkan dengan pustaka As-Sunnah itu kemarin Saya yang sempat edit. Itu banyak setiap kali .. – di antaranya beliau menganjurkan seluruh masyarakat Palestina sekarang, untuk keluar dari Palestina – – enggak boleh bertahan di Palestina. Beliau sarankan itu. Keluar ke negara-negara Islam sekitar situ. Mungkin Yordania, mungkin Syria, mereka keluar tapi bukan meninggalkan.
Tidak. Mereka membentuk kekuatan nanti masuk lagi. Dibandingkan sekarang mereka bertahan, setiap hari dibunuh, setiap hari perempuannya diperkosa – – walaupun Allah سُبْحَانَهُ masih memberikan pertolongan tapi yang jelas mereka akan jauh lebih kuat kalau diambil istimbat – – daripada kisah nabi Musa عَلَيْهِ السَّلَامُ waktu mengajak Bani Israil untuk masuk ke Palestina. Mereka bilang kan – – mereka nolak "Wahai Musa, قَالُوا۟ یَـٰمُوسَىٰۤ إِنَّ فِیهَا قَوۡمࣰا جَبَّارِینَ وَإِنَّا لَن نَّدۡخُلَهَا حَتَّىٰ یَخۡرُجُوا۟ مِنۡهَا فَإِن یَخۡرُجُوا۟ مِنۡهَا فَإِنَّا دَ ٰخِلُونَ } [Surat Al-Ma'idah: 22] "Kami di sana ada (Palestina) ada orang-orang yang Jabar yang kuat-kuat. Kami enggak mau masuk." Sampai mereka semua – – keluar dari situ. Maka mereka lalu berkata kalimat yang tidak sopan kepada Nabi Musa ..فَٱذۡهَبۡ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَـٰتِلَاۤ إِنَّا هَـٰهُنَا قَـٰعِدُونَ }
[Surat Al-Ma'idah: 24] "Pergilah wahai Musa dengan Tuhanmu berdua. Perangi sendiri mereka di Palestina. Baru kalau sudah menang panggil kami." Maka apa yang terjadi? Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyuruh nabi Musa melupakan generasi itu.
Lupakan. Lalu kader anak-anak mereka, Allah mengatakan قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَیۡهِمۡۛ أَرۡبَعِینَ سَنَةࣰۛ یَتِیهُونَ فِی ٱلۡأَرۡضِۚ …} [Surat Al-Ma'idah: 26] Bina kader-kader yang 40 tahun nanti. Nanti di bawah mereka biarin sampai mereka jadi generasi baru. Kader ini, lagi tinggalkan generasi yang keras kepala itu. Setelah generasi baru yang terdidik – – baru kamu serang Palestina. Ternyata betul. Generasi Rabbani yang baru tumbuh ini barulah mereka pakai untuk menyerang. Ini yang awal-awal sudah rusak. Sudah enggak bisa, mereka sudah tidak mau berfanatik dengan pendapatnya (Musa).
Tapi di sini sistem yang diterapkan Syekh Albani رحمه الله supaya jangan umat Islam tertindas terus. Sementara memang tidak ada yang bisa bantu dari luar. Semua sekarang negara Islam tidak bisa dipungkiri – – mengangkat tangan dari kejadian. Sampai kapan Palestina akan diserang oleh umat non-islam. Sampai karena mereka tetap bertahan sudah bertahun-tahun. Kita sudah tahu kasus lima tahun yang lalu – – akhirnya Israel membagi dua Palestina. Sebelumnya tidak. Sebelumnya waktu masih Palestina itu wilayah umat Islam. Cuman mereka masih diberusaha orang Yahudi untuk masuk. Lima tahun yang lalu, mereka sudah berhasil masuk 100 persen. Kemudian mengambil wilayah Palestina yang semuanya terdiri dari pepohonan, buah-buahan, yang sudah subur.
Yang padang pasirnya itu Wilayah Gaza dikasih ke orang Palestina. Yang padang pasir. Enggak ada tanaman-tanamannya. Disuruh hidup di situ. Sebelum dibuat tembok blokade. Terus kalau ini mereka biarin, maka akan terus terjadi hal-hal yang lebih daripada itu. Tapi kalau mereka pada beberapa tahun yang lalu waktu Syekh Albani keluarkan fatwa, ini fatwa sudah dibuat 15 tahun yang lalu. Kalau mereka mundur keluar, mereka bentuk kekuatan lalu mereka masu merebut wilayah mereka itu jauh lebih baik. Itu jauh lebih baik. Maka hijrah ini adalah salah satu kata kunci seseorang bisa jauh lebih tenang. Hijrah dari negara ke negara. Hijrah dari tempat ke tempat kerja. Hijrah dari kehidupan kemaksiatan. Kepada kehidupan yang aman dan iman itu jauh lebih menenangkan seseorang untuk ibadah kepada Allah Azza Wa Jalla. Dan ini kurang lebih bahasan mudah-mudahan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memudahkan kita memahaminya.
Dan juga mengamalkannya serta setelah ini InsyaAllah sudah akan lebih tenang kita dalam mencari rezeki Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. dengan beberapa poin-poin tadi. Yang pertama Saya ingatkan kembali adalah selalu mensyukuri nikmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Yang sudah kita jelaskan dalilnya panjang lebar. Dan yang kedua adalah berinfak dengan dana yang kita milikin. Setiap harinya, setiap saat kita mendapatkannya, langsung kita keluarkan hak-Nya Allah di situ. Kemudian yang ketiga adalah mencari semua yang halal dan Thayyib serta menjauhi yang haram. Sudah kita jelaskan juga – – dalil-dalilnya, yang keempat memperbanyak istighfar kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Yang kelima, kita bertakwa kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan mengikhlaskan ibadah kepadanya. Yang keenam adalah bersilaturahim. Serta yang ketujuh, haji dan umrah. Dan yang kedelapan adalah hijrah di jalan Allah atau di bumi Allah yang leluasa – – untuk beribadah di dalamnya..



