
Kisah Percakapan Allah dengan Iblis (Al-Hijr 41-50) Part 2
a'' udzu billahi minasy syaithaanir rajiim
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) Qāla hāżā irā un alayya mustaqīm(un). Dia (Allah) berfirman, Ini adalah jalan lurus yang Aku jamin (ditunjukkan kepada hamba-hamba-Ku itu). Inna ibādī laisa laka alaihim sul ānun illā manittaba aka minal-gāwīn(a). Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Wa inna jahannama lamau iduhum ajma īn(a). Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semua. Lahā sab atu abwāb(in), likulli bābim minhum juz'' maqsūm(un).

Ia (Jahanam) mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka. Innal-muttaqīna fī jannātiw wa uyūn(in). Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. Udkhulūhā bisalāmin āminīn(a). (Allah berfirman,) Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman. Wa naza nā mā fī udūrihim min gillin ikhwānan alā sururim mutaqābilīn(a). Kami mencabut segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka. Mereka bersaudara (dan) duduk berhadap-hadapan di atas dipan. Lā yamassuhum fīhā na abuw wa mā hum minhā bimukhrajīn(a). Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan tidak akan dikeluarkan darinya. Nabbi' ' ibādī annī anal-gafūrur-ra īm(u). Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Wa anna ażābī huwal-ażābul-alīm(u). dan bahwa sesungguhnya siksaan-Kulah azab yang sangat pedih.
Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semua. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air. Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Wa anna ażābī huwal-ażābul-alīm(u).
Tag:adam hawa iblis dan ular di usir, allah, asal usul iblis, beda iblis dan jin, cerita iblis, cerita iblis dan malaikat, cerita iblis menemui nabi allah, cerita iblis menemui rasulullah, doa iblis kepada allah, iblis, iblis dan setan, iblis vs malaikat, kisah iblis, kisah iblis laknatullah, kisah nabi isa dan iblis, malaikat vs iblis, nabi isa dan iblis, percakapan iblis dan nabi muhammad, percakapan nabi yahya dan iblis, permintaan iblis kepada allah, tipu helah iblis



