
KISAH NYATA!! JASA PASUKAN MUSLIM DI PERANG DUNIA❗Gak di ekspos ke media | Alur cerita film perang
[Musik] [Musik] Halo kawan selamat datang kembali kali
ini kita akan kembali membahas film yang mengisahkan sekelompok tentara gabungan dari
negara-negara muslim yang telah berkorban membantu Prancis di perang tahun 1944 tercatat
pada saat itu Prancis lah yang paling banyak melibatkan tentara dari negara-negara
muslim jajahannya seperti Tunisia Maroko dan Aljazair Oke untuk selengkapnya Mari
kita simak video ini sampai selesai [Musik] adegan dibuka di sebuah desa di negara Aljazair
nampak seorang pria mengajak warga desa untuk bergabung dengan tentara Perancis melawan Jerman
disitu ada seorang ibu yang melarang anaknya yang bernama Said untuk ikut namun Said terus
meyakinkan ibunya Kalau dia bisa menjaga diri dan akhirnya mereka semua tetap pergi disana
nantinya mereka akan digabungkan dengan tentara dari Aljazair Utara yang salah satunya
terdapat Kopral Abel Kadir dan messaud di sisi lain Prancis juga merekrut orang-orang
Maroko yang disebut indigenes dari situ ada dua bersaudara yang bernama Yasir dan larbi
mereka berdua ikut bergabung dengan niat ingin mendapat sejumlah uang yang dijanjikan Prancis
mereka semua tergabung dalam infanterialjazair kedua tujuh yang dipimpin oleh seorang Sersan
bernama Martinez Martinez ini aslinya orang itu nisia namun dia menutupinya karena alasan
ingin disetarakan dengan prajurit asli Prancis ketika berlatih Said gak sengaja melepas bin
granat beruntung Martinez segera melempar granat itu karena kesalahan itu Said pun
harus merasakan pukulan Sersan Martinez lalu Martinez mengatakan seluruh pasukan akan
dikirim menyerang pertahanan Jerman besok pagi dan keesokan harinya sebelum pergi
mereka melakukan ibadah terlebih dahulu [Musik] mereka akan menyerang
pertahanan Jerman di perbukitan [Musik] Namun ternyata Jerman sudah
bersiap dan menembaki pasukan Prancis dari atas bukit sehingga
banyak pihak Prancis yang tewas karena hal itu seorang Kolonel yang memantau dari belakang meminta pasukan artileri segera
menembakkan meriamnya ke arah pasukan Jerman dengan itu Akhirnya pasukan Prancis bisa
memukul mundur pasukan Jerman dan merebut kembali wilayahnya kemudian pasukan
yang tersisa pun bersiap untuk kembali namun sebelumnya mereka harus mengevakuasi
dan memakamkan rekan-rekannya yang gugur [Musik] kemenangan itu diliput oleh seorang jurnalis
yang nantinya akan diberitakan ke seluruh dunia karena Ini pertama kalinya Prancis menang
bertempur melawan Jerman sejak tahun 1940 lalu mereka pun dikirim ke wilayah
lain Prancis menggunakan kapal di kapal Said pun berterima kasih kepada
Sersan Martinez karena telah membimbingnya singkat cerita ketika jam makan sempat terjadi
keributan gara-gara makanan yang dibagikan tidak sama rata seperti keprajuritas asal
Perancis karena hal itu Abdul Kadir berprotes kepada Martinez tentang tomat yang
diberikan hanya ke tentara asal Prancis saja keributan itu membuat Kapten turun tangan dan
meminta petugas dapur menyapa ratakan makanan untuk semua prajurit Agustus 1944 kapal
akan segera berlabuh di marsiele Prancis Setibanya di sana semua pasukan disambut
meriah bak pahlawan oleh penduduk setempat di sana messaud bertemu dengan seorang
wanita bernama Irene dan sepertinya mereka saling menyukai Said juga berkenalan dengan
seorang gadis Prancis ia sangat bersemangat ketika menceritakan kejadian di medan
perang malamnya perayaan kemenangan itu semakin meriah setiap prajurit pasti
didampingi oleh wanita-wanita cantik namun tugas mereka belum selesai sampai di situ messaud yang dimabuk cinta berjanji
kepada Irene kalau ia akan kembali lagi bulan Oktober Di keesokan harinya
pasukan pergi menuju lembah ronetal Di tengah perjalanan Martinez memberikan
perlakuan istimewa kepada Sa'i dia mengajak Said ikut naik ke mobilnya dan hal itu
pun membuat para tentara mengejeknya sebagai kekasih Martinez di barat
pun mesaut kembali mengejek Said namun kali ini Said marah dan hampir membunuhnya
Abdul Kadir yang melihatnya berusaha menenangkan Said Said pun melepaskan pisaunya setelah
meminta mereka untuk tidak mengejeknya lagi November 1944 mereka kembali berpindah
ke pegunungan poskes yang masih diduduki Jerman Kolonel memberikan
semangat sebelum mereka menyerbu pertempuran sengit pun kembali terjadi dan
Perancis kembali berhasil mengalahkan Jerman selesai bertempur Martinez memarahi Abdul Kadir karena tidak mengikuti arahannya yang
sangat membahayakan pasukan lainnya lalu mereka beristirahat sambil mengambil
posisi untuk mempertahankan wilayah karena suratnya tidak pernah dibalas oleh
mengkhianati ternyata surat itu tidak pernah sampai ke Iren karena disensor oleh
pihak militer hari-hari pun berlalu mereka cukup lama menjaga wilayah itu hingga tiba
musim dingin pasukan inti ganas yang tidak terbiasa dengan salju harus berjuang
bertahan hidup melawan dinginnya salju inti ganas sempat mendapat surat kaleng
dari pihak Jerman yang berisikan Untuk menghentikan perlawanannya kepada Jerman dan
ditawari bergabung dengan divisi muslim Jerman Beberapa hari kemudian setelah pasukan Jerman
dipukul mundur Mereka pun turun ke pemukiman di sana pihak militer menggelar pertunjukan
seni tari Prancis untuk menghibur pasukannya namun para inti ganas yang jelas beda
kultur gak cocok dengan pertunjukan itu dengan dipimpin Abdul Kadir Mereka pun
berkumpul untuk menuntut kebebasan dan kesetaraan lalu Martinez meminta Abdul
Kadir untuk tidak memancing amarah para inti Ganes namun Abdul Kadir merasa martine
sama saja seperti orang Perancis yang tidak menghargai perjuangan indigenes di situ
Abdul Kadir mengajak Martinez berkelahi imbasnya Abdul Kadir harus menjalani Hukuman
kurungan bersama Mas Saud yang mencoba untuk kabur lalu Kolonel memanggil Abdul Kadir dan memberitahu
kalau pasukan Jerman berhasil mengalahkan Prancis dan sekarang Prancis membutuhkan sukarelawan
untuk menjaga tempat itu sebelum pasukan utama Prancis tiba di sana Kolonel berjanji
kepada Abdul Kadir bahwa setelah perang berakhir Prancis akan memberi kesetaraan
dan menghormati jasa-jasa pasukan indigenes Akhirnya pasukan resimen infanterial kedua 7
yang dipimpin oleh Kapten De rous menuju ke sana Di tengah perjalanan mereka terkena jebakan
ranjau Jerman Sang Kapten dan sebagian besar pasukan harus tewas kini hanya tersisa Abdil
Kadir Said Martinez yang terluka dan diarsir yang harus kehilangan adiknya Martinez pun
akhirnya meminta Abdul Kadir untuk memimpin lalu mereka meneruskan perjalanan
[Musik] singkat cerita mereka pun tiba di lokasi dimana banyak jasa tentara
Perancis dan sekutu telah bergelimpangan para penduduk desa menyambut mereka
dan langsung merawat Martinez lalu Abdel Kadir dan Yasir
mengumpulkan jasad dan menguburnya Setelah itu mereka berbagi tugas untuk berjaga beberapa hari pun telah berlalu
Akhirnya pasukan Jerman kembali datang langsung disambut oleh pasukan indigenes dan Sayangnya mesaun harus
gugur di pertempuran itu Abdul Kadir yang melihatnya mencoba mundur
karena posisinya sangat terdesak namun lain halnya dengan Yasir dia terus
bertahan mereka benar-benar dibuat terdesak oleh pasukan Jerman hanya
bertahan yang bisa mereka lakukan Said pun menghampiri Abdul Kadir
dan hendak menyelamatkan Martinez ketika Said sampai ke tempat Martinez tentara
Jerman menembakkan rudalnya ke arah mereka ketika sekarat Martinez ditembak oleh tentara
Jerman dan akhirnya Said dan martimez pun harus gugur kini yang tersisa hanyalah Abdul
Kadir dan Yasir mereka berusaha mundur sejauh mungkin Namun pasukan Jerman berhasil
menembak mati Yasir di tengah pelariannya dalam masa setelah itu datanglah pasukan inti
Prancis dan berhasil memenangkan pertempuran dengan mengorbankan messauds Said Martinez
dan Yasir Abdul Kadir yang hanya tersisa seorang diri dari resimen Infanteri Aljazair
kedua tujuh hanya bisa menangis sedih disitu bisa dilihat media hanya Meliput pasukan
inti asal Prancis saja [Tepuk tangan] 60 tahun kemudian Prancis telah didatangi oleh
banyak imigran dari negara-negara bekas jajahannya mereka hidup berdampingan dengan warga
asli Prancis dan mendapatkan kesetaraan yang sama namun nasib para Veteran yang
digenes tidak sebaik yang diharapkan gaji pensiun mereka sempat dibekukan di
situ terlihat Abdul Kadir yang sudah tua berziarah ke makam pahlawan Al Said
mendoakan teman-teman seperjuangannya



