‘Menikahlah denganku Hunny‘
Kata itu masih segar teringat di benak aLe. Dan aLe masih ingat sekali saat itu adalah tanggal 18 Agustus 2008.
Hunny adalah sebutan sayang yang aLe berikan kepada istri aLe dulu, setelah kami menjadi teman dekat.
Teman dekat?
Ya, kami dulu tidak berpacaran, melainkan hanya teman dekat saja. Selama 1 tahun kami berteman dan akhirnya menjadi teman dekat layaknya sahabat. Buat kami pacaran itu tidak perlu, karena pacaran di mata kami hanyalah sebuah kegiatan ‘konyol’ dan tak lebih dari sekedar pelampiasan nafsu yang berkedok kasih sayang.
Berbeda dengan teman, status ini bisa membuat kita selalu terbuka dan tanpa kedok. Pada umumnya status pacaran sering membuat seseorang harus berkedok untuk menjaga image baiknya. Sedangkan dengan status teman kami apa adanya, jika baik ya bilang suka dan jika tidak baik ya bilang tidak suka.
Dan alasan tersebut diataslah yang membuat kami akhirnya berani memutuskan untuk menikah, sifat baik dan buruk dari masing² pun sudah saling faham.
Pada faktanya pengalaman kami memang tak sesingkat cerita ini, tapi aLe ingin menyampaikan point penting dari pengalaman kami. Bahwa untuk menikah memang tidak harus pacaran lebih dulu. Selain beberapa alasan diatas, dalam agama kami (islam) tidak ada contoh sosok yang melakukan pacaran.
Dan sekarang, pernikahan kami telah dikaruniai satu putri cantik dan pintar (Ais *klik). Puji syukur kepada Allah SWT.
Yup, sekian dulu kisah kami,
Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bersama ![]()
Incoming search terms:
- pacaran itu perlukah? (2)istriku dan temanku (2)temanku dan istriku (1)temanku (1)Teman teman ku nafsu degan isteri ku (1)Istriku dan teman2ku (1)nafsunya istriku (1)Nafsu isteri ku ke teman ku (1)Istriku untuk temanku (1)temankudanistriku (1)



Betul. Ibaratnya teman tapi mesra. :)
ga harus mesra kok pak
seandainya semudah itu ^^
Sedang kesulitan?
Ketik REG sepasi Mudah :D