Sebuah cerita yang mungkin bisa memberi inspirasi buat teman² semua yang ingin menyempurnakan ‘separuh’ agamanya.
Cerita sedikit unik, menggelitik dan sengaja dibuat agak ‘dramatik’. Karena aLe berharap cerita ini mampu menginspirasi teman² semua.
Yup,
Waktu itu adalah hari bersejarah, dimana mental aLe benar² di test untuk membuktikan arti kata ‘Cinta’. Betapa tidak? Hanya seorang diri, aLe memberanikan diri untuk melamar Vivi, sosok wanita Cantik dari desa Petungroto Malang.
Selama perjalanan menuju rumah ‘CaMer’, hati aLe begitu berdebar kencang bak genderang perang, dan keringat dingin pun mengiringi debar demi debar dengan begitu derasnya.
Tak terasa perjalanan berakhir, aLe dan Vivi masuk rumah, berarti perang akan dimulai. aLe melihat sosok lelaki paruh baya yang tidak asing lagi, ya, dia adalah Bapak calon mertua. Kami pun bersalaman dan duduk ‘tegang’ di ruang tamu. Sesekali kami saling pandang, tapi tanpa suara.
Hingga ketegangan itu berakhir saat Vivi datang menyuguhkan 2 cangkir teh.
Vivi: hayo.. kok diem²an kaya lagi perang aja. Ini tehnya diminum.
Canda Vivi membuat aLe sedikit rileks dan bisa tersenyum. Dan hal itu pula salah satu alasan aLe ‘jatuh cinta’ kepadanya. Kami pun meminum teh hangat untuk memecah suasana dingin itu. Dan memang hawa dirumah Vivi bisa dibilang dingin juga, secara sudah masuk dataran tinggi (kaki gunung).
Perbincangan pun dimulai,
![]()
Tertarik membaca kelanjutannya?
Silahkan download saja : [download#5]
Selamat membaca dan semoga bermanfaat ![]()



kayaknya menarik nich ceritanya,,,
Kaya tarik tambang aja :D
ikutan ngunduh dech…
Selamat membaca ;)
Ijin sedot ya kang..
Monggo disedot,
Kena gigi uang kembali,
Kena lidah uang tambah *halah*