Ketekunan: Filosofi Gajah versi aLe #1

Gajah,
Siapa yang tak pernah mengenali ciptaan Allah yang satu ini?
Hampir semua kenal,
‘Gajah… Telinganya lebar.. Belalainya panjang.’
Begitulah anak² mencoba menggambarkan apa itu gajah.

Entah penjelasan aLe ini akan dianggap filosofi atau bukan, karena aLe hanya cari mudahnya membuat judul artikel saja. Cekidot ;)

‘Gajah adalah Contoh Ketekunan’,
Banyak kita temui di pekan raya, tempat² wisata atau tempat² sirkus, gajah bisa melukis, baris berbaris, berhitung dan masih banyak lagi kemampuan lainya. Bahkan untuk bermain bola pun gajah juga cukup terampil, seperti si Manohara waktu di Lawang kemarin.

Mengapa tekun? Secara struktur, otak gajah berbentuk berlapis² dan hal tersebut membuat gajah mampu menyimpan ingatan/memori lebih kuat dibanding hewan pada umumnya. Karena pelatih/pawang melatih gajah dengan tekun, gajah pun mengingat pengulangan demi pengulangan dari pawang tersebut hingga akhirnya terampil juga.

Hal yang dapat kita pelajari dari gajah pada sisi ini adalah kita sebagai manusia yang dibekali otak dengan struktur lebih kompleks serta lengkap dengan akal, tentunya kita bisa lebih terampil dibanding gajah jika kita berlatih dengan tekun dalam hal apapun itu.

Segitu dulu untuk sesi #1 ini, pada sesi selanjutnya akan aLe sampaikan filosofi gajah dari sisi gadingnya. Ohya, ini murni dari pemikiran aLe semata, jadi tidak ada referensi buku apapun dan jika ada yang kurang sepakat dipersilahkan berdiskusi pada kolom komentar di bawah ini.
Semoga bermanfaat :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming search terms:

Artikel diatas Menarik? Share di FB Kamu yuk.. *klik disini* (Thanks ya)

18 Responses to Ketekunan: Filosofi Gajah versi aLe #1

  1. kalo dengan Gajahpesing gimana? hahaa…kalo saya melihat, gajahpesing keren banget..senang saya dekat dengan beliau…. :D

  2. yang lebih mengherankan gajah liar selalu pulang kekuburannya sendiri bila mau mati. Makanya ada kuburan gajah. Apakah gajah tahu kalo dia mau mati yah..?

    • aLe kurang faham pas-nya seperti apa,
      Mungkin itu sebagian efek dari kuatnya daya ingat gajah, sehingga berpetualang kemanapun gajah pasti bisa kembali ke tempatnya.

  3. dree suka gajah…. lucu….

  4. Terima kasih infonya. Salam Kenal. Iklan Jawa Pos. Sy tgg Komentar nya di Blog

  5. Salam kang ale, mau cerita gajah atau Manohara? yang jelas filosofinya bagus dan layak untuk direnungkan

  6. Wah filosofinya mendalam banget.
    Saya tunggu lanjutannya bro
    Cekidot…

  7. mendadak filosofis mas…apa kabar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons